Distanak Kukar Dorong Produktivitas Pertanian Bukit Biru Lewat Program Penguatan dan Bantuan Teknologi

Ketua Gapoktan Kukar, Suwarman.

Kukar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) terus memperkuat sektor pertanian sebagai bagian dari misi besar “Kukar Idaman” yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi berbasis pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Langkah konkret penguatan sektor pertanian ini terlihat jelas di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, di mana 19 kelompok tani padi sawah dan 2 kelompok petani sayur aktif mengelola lahan seluas 3,75 hektare.

Melalui, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bukit Biru, Suwarman, mengatakan bahwa dukungan dari Distanak sejauh ini sudah sangat maksimal, mulai dari pendampingan teknis, bantuan alat pertanian, hingga perencanaan sistem pengairan jangka panjang.

“Untuk pendampingan sendiri yang dilakukan oleh Distanak sudah maksimal dan sudah banyak, untuk pengairan ada rencana pembuatan embung, yang berguna untuk mengairi sawah,” ucap Marwan dihadapan awak media di kediamannya, pada Rabu (21/05/2025).

Selama ini, kata dia, para petani masih mengandalkan tadah hujan sebagai sumber pengairan. Namun, dengan adanya rencana pembangunan embung ini, akan sangat mendukung pengairan yang lebih baik.

Tak lupa, Suwarman juga menyampaikan, bahwa adanya bantuan dari pemerintah, baik berupa alat seperti traktor maupun pendampingan teknis, telah membawa dampak positif terhadap hasil panen.

“Dengan adanya berbagai bantuan dari dinas pertanian sendiri membawa dampak positif bagi petani lokal khususnya bukit biru Ini sementara untuk hasil panen maksimalnya kita dapat 4,2 ton perhektare. Memang mulai awal itu sebelum adanya bantuan panen kita hanya dapat 3,5 sampai 4 ton saja perhektarenya,” jelasnya.

Lebih lanjut, tak berhenti di situ, ia bilang, pihak Distanak Kukar berencana meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 200 menjadi 300, dengan target hasil panen bisa lebih dari 5 ton per hektare.

“Rencana itu uji coba ini akan menggunakan pupuk organik semua,” pungkasnya.