Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Atas Risiko Bencana, Pemkab Kukar Bersama BPBD Gelar Sosialisasi dan Pembentukan F-PRB
Teks Foto : Suasana kegiatan sosialisasi dan Pembentukan Forum PRB di ruang rapat Bappeda Kukar. (Rizka/Media Mahakam)
mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Sebagai langkah meminimalisir dampak serta risiko yang dapat menimbulkan kerugian dalam kehidupan bermasyarakat.l, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar menggelar Sosialisasi dan Pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di Ruang rapat Martadipura, lantai 1 gedung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar, Kamis (4/7/2024).
Sosialisasi ini menjadi penting mengingat risiko bencana memiliki potensi kerugian yang besar dan luas. Dalam kurun waktu tertentu efek yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu wilayah tidak hanya berupa kerusakan dan kehilangan harta beda, namun juga berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, serta hilangnya rasa aman yang tentu saja dapat mengganggu segala aktifitas masyarakat.
Pada kesempatan itu Bupati Kukar, Edi Damansyah yang dikawinkan Asisten II Sekretariat Daerah Kukar, Ahyani Fadianur Diani menyebutkan, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan juga Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana telah memberikan pedoman serta panduan terkait upaya-upaya yang bisa dilakukan dalam pengurangan risiko bencana.
Dan berdasarkan hal tersebut, upaya penanggulangan risiko bencana bukanlah semata-mata kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah saja, melainkan kewajiban dan menjadi tanggung semua pihak, mulai dari diri pribadi atau keluarga, orang per orang, rumah per rumah, kantor, lingkungan dan seterusnya.
“Implementasi paling mendasar dalam pengurangan risiko bencana adalah membangun kesadaran, kepedulian, empati serta mewujudkan kemitraan dan kerjasama oleh semua pihak,” ujar Ahyani.
Ia juga memberikan contoh sejumlah bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia dan membandingkannya dengan bencana alam yabg terjadi di Jepang di mana dalam kasus ini sama-sama menimbulkan dampak dan kerugian materi yang sangat besar namun data kerugian korban jiwa yang terbilang jauh lebih sedikit daripada negara lain yang mengalami bencana serupa.
Hal ini membuktikan bahwa upaya mitigasi bencana atau serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana, sangatlah penting untuk dilakukan sedini mungkin.
“Adanya upaya dan sistem pengurangan risiko bencana yang terintegrasi dengan baik itulah yang yang mampu membuat Jepang dan negara-negara maju lainnya pada umumnya jauh lebih siap dan lebih mampu dalam mengurangi dampak dan resiko bencana di negara mereka,” ungkapnya.
Dan ketika berbicara tentang Kukar tentunya masih banyak yang perlu disiapkan dalam hal ini. Frekuensi kejadian bencana yang terus berulang seperti kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, banjir dan tanah longsor, masih memerlukan upaya antisipatif yang memadai dan terorganisir dengan baik untuk mengurangi atau meminimalisir dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana tersebut.
Maka dari itu, dengan adanya Forum PRB yang ini nantinya dapat menjadi sebuah lembaga non formal dan mitra strategis yang tidak terpisahkan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah yang terdiri dari perwakilan Pemerintah, masyarakat, Akademisi, Lembaga Usaha serta Media Massa.
Bupati Kukar Edi Damansyah melalui Asisten II Kukar Ahyani berharap, kegiatan sosialisasi dan pembentukan Forum PRB ini dapat menjadi momentum kebersamaan yang juga dapat meningkatkan kolaborasi semua pihak. Serta dapat menjadi jembatan penghubung Pemerintah dan masyarakat secara umum terkait aspirasi, ide-ide dan kontribusi dalam pengurangan risiko bencana di Kabupaten Kukar.
“Sebagai Kepala Daerah saya berharap, agar Forum PRB ini bukan sekedar forum-foruman yang mewadahi banyak orang atau banyak pihak untuk sekedar gagah-gagahan. Tapi benar-benar menjadi forum tempat berkumpulnya orang-orang atau banyak pihak yang memiliki kepekaan yang tinggi, kepedulian yang besar, dan empati yang luar biasa terhadap berbagai kondisi yang terjadi akibat suatu bancana. Sehingga dengan demikian, forum ini akan benar-benar menjalankan tugas, fungsi dan tanggung jawab sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama,” pungkasnya. (adv/rl/diskominfokukar)






