Teknologi Digital Menjadi Daya Tarik Baru untuk Lonjakan Pengunjung Museum Mulawarman Saat Libur Panjang

teks foto : Musium Mulawarman

mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA– Museum Mulawarman mencatat lonjakan pengunjung hingga tiga kali lipat selama libur panjang akhir pekan ini, bertepatan dengan momen cuti bersama. Dari Sabtu (25/1/2025) hingga Senin (27/1/2025), jumlah pengunjung meningkat tajam dibandingkan hari biasa, dan diproyeksikan akan terus bertambah dalam beberapa hari mendatang.

“Pada Sabtu, kami menerima 389 pengunjung, dan Minggu sebanyak 319 orang. Hari ini, Senin, jumlah pengunjung sudah mencapai 400 orang, dan angka ini masih terus bertambah,” kata Johansyah, Bendahara Penerimaan UPTD Museum Mulawarman, Senin (27/1). Jumlah ini jauh lebih tinggi dari rata-rata kunjungan harian pada hari biasa, yang hanya sekitar 100 hingga 150 orang.

Peningkatan signifikan ini sebagian besar berasal dari rombongan pelajar luar daerah yang memanfaatkan momen libur panjang untuk mengenal sejarah dan budaya Kalimantan Timur.

Kepala Tata Usaha UPTD Museum Mulawarman, Sugiyono Ideal, mengungkapkan bahwa lonjakan pengunjung tak lepas dari berbagai pembaruan yang dilakukan museum. “Kami terus berupaya meningkatkan layanan dengan memanfaatkan teknologi digital untuk menyajikan koleksi secara lebih menarik,” ujarnya.

Langkah digitalisasi ini diwujudkan melalui pemasangan layar interaktif yang memungkinkan pengunjung mengakses informasi detail tentang koleksi museum, termasuk sejarah dan nilai budaya di baliknya. Selain itu, museum juga menghadirkan tur virtual yang mempermudah wisatawan dari berbagai daerah menjelajahi koleksi secara daring.

Museum Mulawarman juga telah memperbarui ruang pamer, mempercantik tata letak koleksi, dan menambah fasilitas penunjang, seperti ruang istirahat, area kuliner, dan toko suvenir. “Semua ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan pengalaman terbaik bagi para pengunjung,” tambah Sugiyono.

Dengan lebih dari 5.500 koleksi, Museum Mulawarman menawarkan berbagai artefak sejarah yang menjadi saksi kejayaan Kesultanan Kutai Kartanegara. Koleksi unggulan berupa benda-benda peninggalan kesultanan, seperti perhiasan, pakaian adat, dan benda bersejarah lainnya, menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin mengetahui sejarah lokal.

Museum yang dulunya merupakan istana Kesultanan Kutai Kartanegara ini terus berupaya melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda. “Kami ingin pengunjung tidak hanya menikmati keindahan koleksi, tetapi juga memahami nilai sejarah dan budayanya,” ujar Sugiyono.

Dengan berbagai pembaruan dan inovasi yang dilakukan, Museum Mulawarman tidak hanya menjadi destinasi wisata budaya, tetapi juga pusat edukasi yang terus berkembang mengikuti zaman.(atr)