Surat Undangan HUT ke-79 RI di IKN Untuk Sultan Kukar Terbukti Palsu, Remaong Koetai Berjaya Tuntut Klarifikasi dan Permohonan Maaf Kesbangpol Kukar
Teks Foto: Suasana aksi oleh Remaong Koetai Berjaya di depan kantor Kesbangpol Kukar (Rizka/Media Mahakam)
mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Menanggapi isu perihal Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang tidak menerima undangan untuk hadir pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke 79 Republik Indonesia (RI) di Ibu Kota Nusantara (IKN) tanggal 17 Agustus lalu, Perkumpulan Adat Remaong Kutai Berjaya, menggelar aksi damai di depan kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (21/8/2024).
Untuk diketahui, sebelumnya sempat beredar isu di sosial media bahwa Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Adji Muhammad Arifin tidak mendapat undangan pada upacara HUT ke-79 RI di IKN pada 17 Agustus 2024 lalu. Yang mana isu tersebut juga sempat membuat heboh dan panas netizen khususnya warga asli Kukar.
Maka dari itu, ratusan anggota Remaong Kutai Berjaya berkumpul di halaman Kesbangpol Kukar untuk menuntut permohonan maaf serta klarifikasi sejelas-jelasnya dari Kesbangpol Kukar.
“Kami ingin Kesbangpol Kukar mengklarifikasi undangan Sultan Adji Muhammad Arifin yang sedang ramai di sosial media itu,” ujar Ketua Umum Remaong Kutai Berjaya, Hebby Nurlan Arafat.
Apalagi, Hebby menilai bahwa statement yang diajukan oleh Kesbangpol Kukar tidak sesuai dengan statement yang diberikan oleh Kesbangpol Provinsi. Di mana Kesbangpol Provinsi menyatakan ada undangan, tapi Kesbangpol Kukar menyatakan bukan undangan, melainkan surat klarifikasi untuk hadir.
Kemudian, pada undangan yang diterima Kesultanan tersebut pada nomor suratnya tertulis bulan 6. Sementara surat dari Kesbangpol Kukar terbit pada 24 Juli 2024.
“Surat itu merupakan tindak lanjut dari surat Kesbangpol Kaltim yang diterbitkan pada tanggal 25 Juli kemarin,” jelasnya.
Adapun barcode yang terlampir dalam surat yang diterima Kesultanan terbukti bukan perihal surat konfirmasi ketersediaan hadir, melainkan terkait audit rekening dari badan keuangan pada bulan Desember tahun 2022.
Dan potongan daftar tamu undangan yang juga tersebar di internet, di mana dalam daftar tersebut tertulis lengkap nama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Adji Muhammad Arifin beserta nomor telfonnya, merupakan hasil editan yang dilakukan oleh orang tidak bertanggungjawab.
“Daftar undangan itu juga editan. Kami yakin karena nomor hp yang tertera di daftar itu bukan milik beliau. Sudah kami cek dan itu jelas sekali,” ungkapnya.
Atas kejadian ini, Hebby mewakili Remaong Kutai Berjaya mengaku kecewa. Padahal Hebby merasa bahwa selama ini Sultan Sultan Aji Muhammad Arifin maupun masyarakat adat yang ada di lingkup Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura telah menyambut baik dan sangat mendukung proyek pembangunan IKN. Bahkan pihak Kesultanan juga turut andil dalam mengatasi pro dan kontra yang terjadi di tengah masyarakat.
“Kalau kami dari Remaong yang tidak diundang mungkin tidak masalah. Tapi ini Sultan, pemilik Wilayah. Jelas kami kecewa kalau Sultan kami diperlakukan seperti itu,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Kesbangpol Kukar, Sutrisno, menyebutkan bahwa pihaknya akan mengadakan pertemuan untuk menindaklanjuti perihal aksi Remaong Kutai Berjaya hari ini pada hari Sabtu (24/8/2024) mendatang.
“Sabtu nanti kita akan adakan pertemuan lagi untik klarifikasi. Kita akan laksanakan di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura,” tutupnya. (rl)






