Selain Gedung dan Pemenuhan Sapras, Akses Jalan Antar 3 Kecamatan di Pesisir Kukar ke Rumah Sakit Muara Badak Juga Jadi Perhatian Pemkab Kukar
Teks Foto : Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin (Rizka/Media Mahakam)
mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang ada di setiap daerah agar tidak ada lagi masyarakat yang termarjinalkan dalam urusan berobat. Salah satunya upaya tersebut yakni dengan memprioritaskan pembangunan rumah sakit di setiap kecamatan.
Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kukar menjadi salah satu titik proyek pembangunan rumah sakit yang dijadikan prioritas oleh Pemkab Kukar pada tahun 2024 ini. Karena hadirnya rumah sakit ini nantinya akan menjadi pusat layanan kesehatan dari tiga kecamatan di sekitarnya, yakni Kecamatan Muara Badak, Anggana dan Marangkayu. Yang mana tentu saja hal ini akan sangat membantu pemerataan layanan kesehatan kepada masyarakat khususnya masyarakat yang berada di pesisir Kukar.
Dan untuk menunjang efektivitas dari hadirnya pusat layanan kesehatan tersebut, selain memprioritaskan pembangunan gedung rumah sakit, infrastruktur konektivitas seperti jalan penghubung menuju Rumas Sakit Muara Badak juga menjadi perhatian Pemkab Kukar.
Seperti yang diungkapkan Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, jalan poros antara Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana menuju Desa Saliki, Muara Badak saat ini terus dicicil pembangunannya. Selama tiga tahun terakhir, ada kurang lebih sekitar 26 kilometer ruas jalan yang sudah dilakukan semenisasi oleh pemerintah. Dan khusus tahun ini, Pemkab Kukar akan kembali melanjutkan semenisasi jalan dengan anggaran sebesar Rp 18 Miliar.
Rendi menyebutkan, pemantapan jalan poros ini penting untuk mempermudah akses masyarakat menuju rumah sakit. Karena, dengan adanya jalan poros ini, masyarakat dari Kecamatan Anggana maupun Muara Badak hanya memerlukan waktu 30 hingga 45 menit saja.
“Jadi nanti warga Anggana maupun Muara Badak tidak perlu mutar ke Samarinda atau melalui jalan perusahaan, lebih cepat dan efisien,” ungkap Rendi, Rabu (24/7/2024).
Untuk diketahui, Rumah Sakit Muara Badak merupakan rumah sakit tipe C yang saar ini telah dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektare, dari total lahan seluas 7,5 hektare. Rumah sakit ini nantinya akan memiliki daya tampung besar denga. Menyediakan lebih kurang 100 tempat tidur, serta akan tersedia pula layanan ruang UGD, ruang rawat jalan, ruang rawat inap, ruang radiologi, ruang laboratorium, ruang intensif, dan ruang operasi.
“Kami sangat berharap pembangunan rumah sakit dan jalan penghubung ini dapat memenuhi pelayanan Kesehatan masyarakat Muara Badak, Anggana dan Marangkayu,” harap Rendi. (rl)






