Ratusan Penari Tradisional Ramaikan Pembukaan KFBN 2024

Teks Foto : Penampilan tari masal di pembukaan Kukar Festival Budaya Nusantara tahun 2024. (Rizka/Media Mahakam)

mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Setelah melaksanakan Kirab Budaya pada, Minggu (7/7/2024) kemarin sebagai tahapan awal dari Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) ke-2. Pada hari ini festival budaya yang telah lama dinantikan masyarakat itu secara resmi dibuka dalam acara Opening Ceremony KFBN tahun 2024. Yang digelar di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Senin (8/7/2024).

Tidak kalah dari Kirab Budaya yang digelar sehari sebelumnya, acara pembukaan KFBN tahun 2024 ini juga berlangsung meriah dengan penampilan Marching Band School Kukar. Juga penampilan dari ratusan penari yang membawakan beragam tarian khas daerah nusantara. Tidak hanya dari Kukar, namun juga dari beberapa kabupaten dan provinsi Indonesia lainnya.

Mulai dari Tari Kanjar Ganjur dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Tari Tunggur Nypa dari Kecamatan Muara Jawa. Tari Nusantara Indonesia Menari 2019 dari Kecamatan Marangkayu. Tari Jepen Lawas dari Kecamatan Kota Bangun Darat.Tari Sempekat dari Kecamatan Loa Janan. Serta Hudoq Anak dari SD 010 Tenggarong.

Kemudian ada juga tari Lipa Songke dari Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT. Tari Lawati dari Buton, Sulawesi Selatan. Tari Mangngaru dari Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Tari Padupa dari Sulawesi Selatan. Tari Meramu Timung dari Kukar. Dan puncaknya berupa Tari Massal Gema Budaya Etam KFBN2024.

Dalam sambutannya, Sekertaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono yang juga sekaligus membuka acara KFBN 2024 menyampaikan bahwasanya festival ini merupakan salah satu event unggulan Kabupaten Kutai Kartanegara, yang mana merupakan Rebranding dari Festival TIFAF (Tenggarong International Folk Art Festival).

“Dengan lebih memprioritaskan penampilan seni budaya lokal dan nusantaranasional, Festival ini tidak hanya menjadi wadah untuk menampilkan keindahan seni dan budaya, tetapi juga sebagai sarana untuk mempromosikan keberagaman dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat Kutai Kartanegara.” ujarnya.

Dengan mengusung tema “Kukar Berbudaya, Nusantara Jaya”, KFBN tahun ini, selain menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional dari Paguyuban, Kelompok Seni dari Kecamatan di Kukar dan juga berbagai daerah di Indonesia. Melalui festival ini, seluruh masyarakat dapat menyaksikan secara langsung betapa kaya dan berwarnanya budaya yang ada di Nusantara serta menjalin hubungan yang harmonis antar suku.

“Dapat saya katakan bahwa Kutai Kartanegara ini layaknya miniatur Indonesia, di mana selama ini kita hidup dengan aman dan tentram dengan berbagai etnis dan agama. Semoga acara ini dapat menjadi awal yang baik bagi kita semua untuk terus memperkuat persaudaraan dan membangun Kutai Kartanegara yang lebih baik di masa depan,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar Sugiarto mengatakan KFBN merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan salah satu program dedikasi Kukar Idaman dibawah kepemimpinan Bupati Kukar Edi Damansyah dan Wakil Bupati Kukar Rendi Sholihin, yaitu Kukar Kaya Festival (K3F).

Acara KFBN 2024 ini juga akan terbagi di sejumlah titik berbeda yang ada di kota Tenggarong. Antara lain yaitu lapangan Pulau Kumala, Taman Kota Raja, dan Lapangan Stadion Rondong Demang.

“Selain penampilan kesenian budaya nusantara, kita juga membuka Expo pameran di halaman parkir Stadion Rondong Demang, ada stand-stand beberapa OPD terkait dan kita juga melibatkan UMKM,” ujarnya.

Keterlibatan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam program pembinaan para pelaku Ekraf dan UMKM lokal juga diharapkannya dapat mendorong peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kukar terutama dalam meningkatkan perekonomian menjelang datangnya Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Semoga dengan hadirnya Expo ini dapat memfasilitasi para pelaku UMKM dan Ekraf yang ada di Kukar. Terutama dalam menyambut IKN, kita harus siap dalam mendorong kemajuan prodak-prodak lokal unggulan kita. Semoga dengan adanya kegiatan ini juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” tutupnya. (rl)