Pemkab Kukar Perkuat Dukungan Permodalan dan Pupuk untuk Petani

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Kukar – Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat dukungan bagi petani agar dapat meningkatkan produktivitas dan menjaga ketahanan pangan. Hal itu ditegaskan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat menghadiri panen perdana Demonstration Plot (Demplot) padi varietas Leisa di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Jumat (12/9/2025) lalu.

Salah satu perhatian pemerintah adalah soal ketersediaan pupuk. Menurut Aulia, bantuan pupuk akan tetap ada, namun distribusinya diarahkan agar lebih tepat sasaran.

“Soal pupuk, tetap ada bantuan yang diberikan, namun distribusinya lebih diarahkan pada pupuk subsidi agar tepat sasaran,” ujarnya.

Pupuk subsidi disebut sangat penting bagi petani, karena dapat mengurangi biaya produksi. Dengan pengelolaan yang lebih tepat, petani diharapkan tidak mengalami kendala yang berarti dalam mengakses kebutuhan pupuk di musim tanam.

Selain pupuk, Pemkab Kukar juga memberi perhatian besar pada aspek permodalan. Program Kredit Kukar Idaman Terbaik hadir sebagai solusi agar petani dapat mengembangkan usaha tani dengan lebih leluasa.

“Dari sisi permodalan, Pemkab menyiapkan program Kredit Kukar Idaman Terbaik. Jumlah plafon pinjaman kini meningkat hingga Rp500 juta tanpa bunga,” terang Aulia.

Skema kredit ini dianggap inovatif karena dirancang tanpa bunga, sehingga petani tidak terbebani biaya tambahan. Bahkan, sistem pembayaran kredit pun dibuat fleksibel dengan menyesuaikan waktu panen.

“Pembayaran dilakukan setelah panen, sehingga petani lebih leluasa memulai usaha tanpa terbebani bunga,” tambahnya.

Menurut Aulia, langkah ini menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap petani. Dengan permodalan yang kuat, mereka dapat lebih percaya diri dalam mengelola lahan dan meningkatkan produktivitas.

Dukungan pupuk dan permodalan ini juga dipandang sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Hasil pertanian yang stabil akan berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Kukar.

“Kami ingin petani tidak lagi terkendala modal atau pupuk. Dengan semua dukungan ini, mereka bisa fokus meningkatkan hasil panen,” tegas Aulia.