Penelitian Ungkap Suara Alam Dapat Tingkatkan Kualitas Tidur

Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah meningkatnya gangguan tidur akibat stres, paparan gawai, dan kebisingan lingkungan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa suara alam seperti gemericik air, hujan, deburan ombak, hingga kicauan burung dapat membantu seseorang tidur lebih nyenyak.

Dilansir dari penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Complementary Therapies in Medicine, paparan suara alam terbukti memberikan efek relaksasi pada tubuh dan pikiran. Suara-suara alami tersebut membantu menurunkan tingkat stres serta mengurangi aktivitas sistem saraf yang berkaitan dengan respons “fight or flight” atau kondisi siaga berlebihan.

Penelitian lain yang dimuat dalam jurnal Noise and Health menemukan bahwa pasien yang mendengarkan suara alam mengalami peningkatan kualitas tidur dibandingkan sebelum terapi dilakukan. Para peneliti menyimpulkan bahwa suara alam dapat menjadi metode sederhana dan nonfarmakologis untuk membantu tidur lebih baik.

Menurut para ahli, suara alam bekerja dengan menciptakan latar suara yang stabil dan menenangkan. Ketika otak menerima rangsangan suara yang lembut dan berulang, tubuh cenderung memasuki kondisi relaks sehingga lebih mudah tertidur. Suara hujan, aliran sungai, atau desiran angin juga dapat membantu menutupi suara-suara mengganggu dari lingkungan sekitar.

Tak hanya membantu proses tidur, suara alam juga diketahui berpengaruh terhadap kondisi psikologis seseorang. Sebuah studi tahun 2023 menunjukkan bahwa kombinasi suara air dan kicauan burung dapat meningkatkan relaksasi fisiologis maupun psikologis dibandingkan suara perkotaan seperti lalu lintas kendaraan.

Peneliti menjelaskan bahwa mendengarkan suara alam mampu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, yaitu sistem yang berperan dalam menenangkan tubuh. Akibatnya, detak jantung menjadi lebih stabil, ketegangan berkurang, dan tubuh lebih siap untuk beristirahat.

Meski demikian, efektivitas suara alam dapat berbeda pada setiap orang. Sebagian orang mungkin lebih nyaman tidur dalam kondisi sunyi, sementara yang lain merasa terbantu dengan suara hujan atau ombak. Faktor preferensi pribadi dan lingkungan tidur tetap menjadi penentu utama kualitas istirahat seseorang.

Para ahli menyarankan penggunaan suara alam dengan volume rendah dan konsisten. Selain itu, menjaga rutinitas tidur, membatasi penggunaan gawai sebelum tidur, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman tetap menjadi langkah penting untuk memperoleh tidur yang berkualitas. (Zii)