Mantik Kukar Gelar Aksi Demonstrasi Terkait Dugaan Pencatutan Data Diri Dukungan Calon Perseorangan 2024

Teks Foto : Suasana aksi demonstrasi yang dilakukan Mantik Kukar di Halaman KPU Kukar (Rizka/Media Mahakam)

mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Sekumpulan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Untuk Transparansi Pilkada (Mantik) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar aksi demonstrasi di halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada, Kamis (4/7/2024).

Adapun aksi tersebut dilakukan atas dasar tuntutan yang berkaitan dengan transparansi penyelenggara pemilu. Baik itu KPU maupun Bawaslu karena adanya dugaan pencatutan nama yang masuk dalam dukungan pasangan calon perseorangan 2024.

Koordinator Aliansi Mantik, Hasran memaparkan kronologi tuntutan ini bermula saat dua orang warga mengegcek aplikasi KPU Cek Pencalonan untuk mencari tahu data dirinya dan menemukan data diri mereka sudah tercatat sebagai pendukung bakal calon perseorangan 2024 tanpa sepengetahuan.

Selain itu diduga juga ada temuan berupa sejumlah formulir B.1 KWK yang bertanda tangan, namun pihaknya merasa tidak pernah membubuhi tanda tangan dan mengirim formulir tersebut.

“Sekitar 66 data yang kami terima dicatut dalam dukungan yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kukar,” ujarnya Hasran.

Atas kejadian itu pihaknya juga menuntut kepada pengawas terhadap pelaksanaan verifikasi faktual dan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti secara hukum atas tindakan pemalsuan dan penyebaran data masyarakat.

Sementara itu, menanggapi aksi demo yang terjadi di halaman depan kantornya, Komisioner KPU Kukar Divisi Teknis, Rahman menyebutkan, pihak KPU perlu melakukan pengecekan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada untuk menindaklanjuti tuntutan terkait transparansi data tersebut.

“Dalam dialog yang sudah kami laksanakan tadi, dari pihak KPU sudah menangkap maksud dari kawan-kawan Mantik Kukar. Dan terkait tututan publikasi data itu masih belum dapat kami berikan karena harus ada prosedur dan mekanisme yang harus kami tempuh sampai dengan data itu bisa diberikan atau tidak,” jelas Rahman.

Lebih lanjut, Rahman mengungkapkan bahwa KPU Kukar juga berterimakasih dengan adanya aksi tersebut, sebab masih ada yang peduli terhadap demokrasi dan mendorong pemilu di Kukar.

“Tentunya, ini bukan l akhir dari silaturahim tetapi langkah awal mendorong demokrasi di Kukar,” ucapnya.

Dalam aksi tersebut KPU Kukar juga membuka ruang dialog untuk para aliansi agar secara bersama-sama meencari solusi. Berdasarkan situasi di lapangan, aksi tersebut berjalan dengan kondusif dikawal dengan pihak kepolisian dan KPU. (rl)