Laksanakan Shalat Ied di Masjid Agung, Bupati Kukar Ajak Masyarakat Maknai Nilai Sakral Idul Adha Sebagai Pedoman Menjaga Tali Persaudaraan

Teks Foto : Bupati Kukar Edi Damansyah saat membawakan sambutan di depan jemaat Sholat Idul Adha 1445 H (Rizka/Media Mahakam)

mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Lantunan Takbir, Tahlil dan Tahmid membahana, menyeru pujian ke hadirat Allah SWT. Ungkapan syukur dipersembahkan pula atas segala Nikmat dan KaruniaNya. Di hari yang mulia ini, Senin (17/6/2024) Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kukar, melaksanakan Shalat Ied Hari Raya Idul Adha 1445 H/ 2024 M di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Tenggarong.

Shalat Ied tersebut di Imami Ustad Muhammad Husen Al Hafidz, Khotib Ketua DMI Kukar dan Badan Pelaksana Masjid Agung SAMS HM Bisyron, dan Bilal Ustad Muhammad Aldi Maulidan.

Pada kesempatan itu, Ketua Bapel Masjid Agung HM Bisyron melalui Sekretaris Ustadz Ali menyebutkan, adapun kegiatan Shalat Ied ini selain dilaksanakan di masjid Agung juga dilaksanakan di lapangan parkir Stadion Rondong Demang Tengggarong.

Dan terkait dengan kegiatan qurban telah terkumpul sebanyak 19 ekor Sapi dan 5 ekor Kambing. Dengan rinciannya yakni dari Bupati Kukar 2 ekor Sapi, OPD 12 ekor Sapi dan Masyarakat Umum 5 ekor Sapi dan 5 ekor Kambing.

Adapun rencana waktu pemotongan hewan qurban ini akan dilaksanakan paling lama 3 hari, dan akan dibagikan kepada masyarakat yang berhak.

Bupati Kukar Edi Damansyah dalam sambutannya menyebutkan, saat ini, lebih dari dua juta umat Islam sedunia yang tengah melaksanakan ibadah Haji, telah berkumpul di Padang Arafah sejak tanggal 9 hingga 10 Dzulhijjah. Ibadah Wuquf mereka laksanakan dengan khusyuk, dilanjutkan dengan melaksanakan ibadah Jumrah dan ber- Tahallul di tanggal-tanggal berikutnya.

Kekuatan ibadah haji membuat jutaan manusia dari berbagai latar belakang ras, etnis, suku, bangsa, serta bahasa yang berbeda dapat disatukan melalui satu perintah dalam rangkaian suci ibadah Haji.
Bagi umat Islam yang berada di Tanah Air, seyogianya melihat kesatuan dan persatuan umat Islam dalam ibadah Haji itu sebagai perspektif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Maka dari itu pesan persaudaraan sesama Muslim ini, harus disampaikan secara berantai di momentum Idul Adha 1445 H. Apalagi, dia datang menghampiri di tahun 2024 yang beriringan dengan tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Secara simbolik, meski Pilkada pada hakikatnya adalah kontestasi politik, namun prinsip Ukhuwah Islamiyah harus tetap dijadikan kunci pemersatu umat.

“Di banyak tempat, pilihan figur pemimpin umat Islam boleh saja berbeda-beda. Namun hendaknya, kita tetap berpedoman pada perintah Allah untuk menguatkan ikatan tali persaudaraan Islam dan tidak bercerai-berai (Wa’tashimu Bi Hablillahi Jamian Wa La Tafarraqu), terutama dalam memilih figur pemimpin terbaik untuk membawa masyarakat Kabupat Kukar ke dalam kehidupan yang Sejahtera dan Berbahagia,” tutupnya. (adv/rl/diskominfokukar)