Kades Loh Sumber Akan Kembangkan Potensi Wisata Sejarah Desa dan Hidupkan Kembali Taman Agrowisata

Teks Foto : Tugu Pembantaian, salah satu objek wisata sejarah yang berada di tengah hutan Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu (Istimewa)

mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Dikenal memiliki nilai historis tersendiri di masa sebelum kemerdekaan, Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berinovasi dengan menghadirkan wisata sejarah dan edukasi lewat keberadaan bekas Lubang Tambang Belanda dan Tugu Pembantaian yang terletak di tengah hutan Desa Loh Sumber.

Berdasarkan sejarah lampau, Desa Loh Sumber merupakah salah satu daerah konsesi pertambangan milik kolonial Belanda dan Jepang. Akibat adanya ketidaksesuaian antara penduduk setempat dan para penjajah, terjadilah pertikaian hingga berujung pembantaian massal warga pribumi. Dan untuk mengenang jasa para pejuang itu, pada tahun 1946 dibangunlah sebuah tugu yang diberi nama Tugu Pembantaian untuk menghormati 183 warga pribumi yang gugur saat melawan para penjajah.

“Kami berencana untuk mengembangkan potensi pariwisata dan sejarah di desa. Salah satunya debgan mempromosikan sejarah lubang dan tugu pembantaian masyarakat loa kulu,” ujar Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, Jumat (7/6/2024).

Lebih lanjut, Sukirno menyebutkan bahwa pengembangan wisata sejarah ini bukan untuk mengingatkan masyarakat terhadap peristiwa kelam dan mengeringkan di masa lampau semata, namun untuk mengingat jasa para pejuang terdahulu dalam mempertahankan desa. Serta hal ini juga bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang sejarah yang ada di Desa Loh Sumber.

Selain wisata Lobang dan Tugu Pembantaian, untuk menambah daya tarik wisatawan yang hadir ke Desa Loh Sumber, Sukirno juga mengungkapkan bahwa taman agrowisata milik desa juga akan dihidupkan kembali setelah beberapa waktu sempat vakum.

Dan untuk realisasinya, pemerintah desa juga akan menggandeng masyarakat sekitar terutama para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar membantu kesejahteraan para pelaku ekonomi kreatif sehingga roda perekonomian masyarakat setempat dapat terus berputar. (adv/rl/diskominfokukar)