Hasil Hortikultura Muara Jawa Masih Fokus Penuhi Kebutuhan Lokal, Sebagian Dijual ke Balikpapan dan Samarinda

Koordinator BPP Kecamatan Muara Jawa, Dadang Kusnadi.

Kukar – Potensi hortikultura di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkembang pesat. Namun, hasil produksi sayur dan buah dari wilayah ini sebagian besar masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan lokal.

Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Muara Jawa, Dadang Kusnadi, mengatakan pasokan hortikultura di Muara Jawa belum sepenuhnya surplus sehingga distribusinya masih terbatas.

“Hasil hortikultura di Kecamatan Muara Jawa sendiri umumnya cukup untuk kebutuhan lokal, karena wilayah ini sendiri masih kekurangan. Kalau ada lebih, sebagian dikirim ke Kota Balikpapan atau Samarinda,” jelas Dadang, pada Selasa (02/09/2025).

Ia menjelaskan, hortikultura memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan bagi petani. Masa panen sayuran relatif singkat, sementara untuk komoditas tertentu hasilnya bisa dipetik berkali-kali.

“Untuk sayuran daun, masa tanam 18–21 hari sudah bisa panen. Untuk cabai bisa dipanen 15–17 kali petik. Setelah berumur 3 bulan, panennya bisa setiap 3 hari sekali,” terang Dadang.

Adapun komoditas buah seperti melon dan semangka memiliki pola berbeda. Panen hanya dilakukan sekali pada usia 75–90 hari, biasanya langsung dipasarkan ke Kota Samarinda dengan melibatkan tengkulak yang datang ke kebun petani.

“Kalau melon dan semangka berbeda, panen hanya sekali pada usia 75–90 hari. Biasanya langsung dijual ke Kota Samarinda. Ada tengkulak yang datang langsung mengambil hasil panen,” tambahnya.

Lebih jauh, Dadang menyebutkan bahwa pihkanya juga telah mengusulkan bantuan greenhouse untuk memperkuat produksi hortikultura di Muara Jawa. Fasilitas tersebut diharapkan hadir dalam waktu dekat.

“Ya, sudah diusulkan. Insyaallah dalam 2 tahun ini akan ada bantuan greenhouse. Usul sudah masuk, hanya menunggu barang datang,” pungkasnya.