Expo KTNA Nasional 2025 Jadi Ruang Belajar Teknologi Pertanian
Ketua KTNA Kukar, Edy Damansyah.
Kukar – Suasana halaman parkir Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) tampak berbeda pada Sabtu (20/9/2025). Deretan tenda putih berdiri, memamerkan aneka alat dan mesin pertanian modern. Petani dari berbagai daerah di Indonesia tampak antusias menyaksikan langsung inovasi yang dihadirkan dalam Expo Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2025.
Ketua KTNA Kukar, Edi Damansyah, menegaskan expo ini lebih dari sekadar pameran. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi petani dan nelayan untuk memahami perkembangan teknologi terbaru.
“Expo KTNA kita laksanakan untuk memamerkan peralatan alsintan modern sesuai tema transformasi teknologi dalam mendukung swasembada,” ujarnya.
Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini. Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam menjaga ketahanan pangan di tengah perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan kebutuhan pangan yang terus meningkat. Inovasi teknologi pertanian diyakini menjadi salah satu solusi strategis untuk menjawab tantangan itu.
Bagi petani, kesempatan seperti ini jarang ditemui. Tidak semua daerah memiliki akses terhadap alat pertanian canggih. Melalui expo, mereka dapat melihat langsung cara kerja mesin, berdiskusi dengan penyedia teknologi, sekaligus bertukar pengalaman dengan sesama petani dari 27 provinsi.
“Harapannya, expo ini benar-benar bisa menjadi waktu pembelajaran yang baik sehingga apa yang dikuasai bisa meningkatkan kemampuan petani dan nelayan,” tutur Edi.
Antusiasme peserta terlihat dalam berbagai interaksi. Ada yang serius memperhatikan mesin pemanen padi, ada pula yang tertarik dengan teknologi pengolahan hasil pertanian. Nelayan juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mempelajari teknologi budidaya perikanan yang diperkenalkan penyedia.
Lebih dari sekadar ajang pertemuan, expo ini juga memperlihatkan semangat kolaborasi antarpetani dan nelayan dari berbagai daerah. Mereka menyadari bahwa penguasaan teknologi adalah jalan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Edi menekankan, keberadaan KTNA sebagai mitra pemerintah harus terus berkontribusi dalam proses modernisasi sektor pangan.
“Keberadaan KTNA harus bisa menghasilkan kontribusi yang nyata bagi kemajuan pertanian dan nelayan,” tutupnya.






