DPRD Kukar : Smelter Nikel di Sanga-sanga Harus Berdayakan Tenaga Lokal

Setelah diresmikannya pabrik smelter nikel milik PT Kalimantan Ferro Industri (KFI) di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), oleh Gubernur Kaltim. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar berharap pihak perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal.

Hal tersebut diungkapkan Saparuddin Pabonglean saat dihubungi via telepon oleh awak media. Sebelumnya ia pun mengapresiasi kepada investor yang memilih Kaltim khususnya Kukar sebagai tempat produksinya.

Namun ia mengingatkan kepada pihak perusahaan untuk dapat memprioritaskan para tenaga lokal terlebih dahulu dan jangan sampai mengabaikannya karena itu bisa berdampak buruk terhadap perusahaan.

“Artinya mereka perlu menjadi prioritas tentu sesuai dengan skill kemampuan mereka, kalau perlu diberikan pembekalan terlebih dahulu,” katanya.

Dirinya menyarankan untuk dapat menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) jikalau perlu untuk memberikan pelatihan kepada tenaga lokal. Saparuddin menegaskan tenaga lokal harus dilibatkan jangan sampai terjadi seperti di daerah Rempang, Provinsi Riau.

Selain itu ia juga meminta kepada PT KFI untuk dapat memperhatikan penanganan sosial budaya dengan masyarakat sekitar. Sehingga dengan adanya pembangunan dan kebijakan itu harus dapat berdampak positif terhadap masyarakat.

“Apalagi kalau bupati mencanangkan 10 ribu tenaga kerja itu luar biasa. Tapi jangan cuma sebatas omongan saja namun ada juga yang harus dilakukan, ” ujarnya.

Misalnya seperti menyiapkan sumber daya manusia dengan berkualitas dan ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah terkhusus kepada Disnaker Kukar. Kalau DPRD Kukar hanya berbicara regulasi saja.

“Kalau kami paling dari sisi regulasi ya, kita juga sudah punya Perda tentang perlindungan tenaga kerja lokal/pengusaha lokal. Regulasi itu mensosialisasikan kepada pihak perusahaan maupun calon tenaga kerja, ” tutup Saparuddin.