Distransnaker Kukar Dorong Inklusi Kerja untuk Penyandang Disabilitas Lewat Sosialisasi Pembekalan Sensitivitas Disabilitas Ketenagakerjaan

Teks Foto : Sosialisasi Pembekalan Sensitivitas Disabilitas Ketenagakerjaan (Rizka/Media Mahakam)

mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar Sosialisasi Pembekalan Sensitivitas Disabilitas Ketenagakerjaan di Hotel Grand Elty Singgasana, Rabu (4/11/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen berbagai pihak dalam mewujudkan inklusi ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas.

Acara dibuka oleh Plt Kepala Distransnaker Kukar, M Hatta, mewakili Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah. Dalam sambutannya, Hatta menegaskan pentingnya peran pemerintah dan masyarakat dalam memastikan penyandang disabilitas mendapatkan hak yang sama sebagai warga negara, termasuk dalam hal ketenagakerjaan.

Menurut Hatta, penyandang disabilitas di Indonesia kerap menghadapi hambatan yang membuat mereka hidup dalam kondisi rentan dan miskin. “Sebagian besar dari mereka bekerja di sektor informal dengan pendapatan minim, sementara ada pula yang tidak bekerja atau bahkan menjadi korban eksploitasi,” ujarnya.

Hatta juga menyoroti landasan hukum yang telah ditetapkan untuk melindungi hak penyandang disabilitas. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 menegaskan kewajiban pemerintah, BUMN, dan perusahaan swasta untuk mempekerjakan penyandang disabilitas dengan kuota minimal. Namun, implementasi aturan ini dinilai masih lemah.

“Dalam UU No. 8 Tahun 2016, Pasal 53 mewajibkan pemerintah dan BUMN mempekerjakan minimal 2% penyandang disabilitas dari jumlah pegawai, sementara perusahaan swasta diwajibkan 1%,” jelasnya. Ia berharap aturan ini dijalankan secara konsisten dengan tetap menjaga kenyamanan dan keamanan lingkungan kerja.

Hatta mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas agar dapat berkontribusi di dunia kerja sesuai kemampuan mereka. “Kita perlu membantu meningkatkan keterampilan, keahlian, dan kompetensi mereka agar mampu bersaing,” tambahnya.

Ia juga menekankan peran penting pengusaha di Kutai Kartanegara dalam mendorong inklusi ketenagakerjaan. “Mari bersama merangkul saudara kita penyandang disabilitas. Jangan sampai mereka menjadi termarjinalkan. Dengan dukungan kita, mereka bisa menjadi individu yang tangguh dan kompetitif,” tutupnya.

Sosialisasi ini diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih inklusif dan positif. (rl)