Distanak Kukar Tegaskan Syarat Penerima Bantuan Ternak, Harus Terdaftar dan Siapkan Fasilitas

Ilustrasi Peternakan Kambing.

Kukar – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan bahwa masyarakat atau kelompok tani yang ingin menerima bantuan ternak maupun sarana prasarana peternakan wajib memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan teknis.

Kepala Distanak Kukar Muhammad Taufik melalui Staf Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nelva Aflinda, menjelaskan bahwa langkah pertama bagi calon penerima adalah membentuk kelompok resmi. Setelah itu, kelompok diminta mengajukan proposal yang ditujukan kepada Kepala Dinas.

“Harus bentuk kelompok resmi, lalu membuat proposal yang ditujukan kepada Kepala Dinas. Anggota kelompok juga harus terdaftar di Sistem Informasi Penyuluh Pertanian (Simlultan),” kata Nelva, pada Selasa (01/09/2025).

Selain itu, pengajuan proposal wajib dilengkapi dengan rekomendasi dari pemerintah desa, Balai Penyuluh Pertanian (BPP), dan camat setempat. Distanak juga meminta calon penerima menyertakan foto wilayah atau lokasi yang akan digunakan untuk usaha peternakan.

“Bantuan yang disalurkan beragam, mulai dari sapi, kambing, kerbau, ayam petelur, kelinci, hingga itik, serta sarana seperti kandang galvanis, pakan, obat-obatan, dan peralatan peternakan seperti mesin pencacah rumput (chopper) untuk pembuatan pakan silase atau fermentasi,” jelasnya.

Nelva menambahkan, penerima bantuan diwajibkan mempersiapkan fasilitas pendukung sebelum bantuan disalurkan. Petani harus memastikan pakan tersedia, menanam rumput, serta membuat kandang yang layak.

“Petani harus menyiapkan pakan, menanam rumput, membuat kandang, dan nanti akan kami berikan pelatihan pemeliharaan termasuk penggunaan obat sederhana seperti obat kembung dan obat cacing,” ujarnya.

Program bantuan ini, lanjutnya, dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani kecil dan keluarga miskin. Ia mencontohkan program bantuan ayam petelur yang disalurkan tahun lalu berhasil memberi dampak nyata.

“Seperti bantuan ayam petelur yang kami berikan tahun lalu, hasilnya sangat bermanfaat. Telurnya langsung dikonsumsi masyarakat atau dijual ke tetangga, bahkan ada desa yang membelinya untuk program penanganan stunting,” ungkap Nelva.

Menurutnya, peluang untuk mendapatkan bantuan cukup besar selama kelompok memenuhi syarat dan terdaftar secara resmi.

“Kami ingin bantuan ini tepat sasaran, berkelanjutan, dan benar-benar meningkatkan pendapatan masyarakat,” pungkasnya.