Distanak Kukar Perketat Mekanisme Bantuan Kelompok Tani
Petani menerima bantuan.
Kukar – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara memastikan mekanisme penyaluran bantuan bagi kelompok tani dijalankan secara ketat. Langkah ini ditempuh agar bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada penerima yang berhak dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar, Taufik, menjelaskan, proses awal dimulai dari rekomendasi petugas lapangan. Rekomendasi itu disampaikan melalui Balai Penyuluh Pertanian (BPP), pihak kelurahan, hingga kecamatan. Setelah itu, seluruh usulan diverifikasi oleh tim di Distanak.
“Yang pertama kami cek adalah apakah kelompok tani tersebut sudah terdata dalam sistem Simultan, kemudian dilanjutkan dengan pengecekan titik koordinatnya. Kalau semua persyaratan sudah terpenuhi, barulah kami buatkan SK penetapan calon penerima bantuan,” jelas Taufik, pada Kamis (25/9/2025).
Ia menuturkan, tahap administrasi hanya satu bagian dari proses panjang yang harus ditempuh. Setelah SK ditetapkan, pengadaan barang dilakukan berdasarkan kebutuhan yang terverifikasi di lapangan. Dari sinilah ditentukan kelompok tani mana yang berhak menerima bantuan, baik berupa benih, bibit, pupuk, maupun alat mesin pertanian (alsintan).
Menurut Taufik, pola kebutuhan petani di Kukar cukup beragam. Ada kelompok yang lebih membutuhkan benih, sementara yang lain lebih memilih pupuk atau alsintan. Karena itu, sistem verifikasi menjadi kunci untuk memastikan bantuan tidak hanya tersalur, tetapi juga tepat guna.
“Mayoritas usulan memang variatif, ada yang mengajukan benih dan bibit, ada juga pupuk dan alsintan. Semua itu akan kami sesuaikan dengan kebutuhan kelompok berdasarkan hasil verifikasi di lapangan,” tambahnya.
Ia menegaskan, dengan pola verifikasi berlapis, Distanak ingin menghindari praktik bantuan yang tidak tepat sasaran. Harapannya, setiap paket bantuan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh petani.
“Dengan sistem ini, kami berharap bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi peningkatan produktivitas petani dan mendukung target swasembada pangan di daerah,” ujar Taufik.






