Distanak Kukar Dorong Optimalisasi UPJA, Petani Kini Mudah Akses Alsintan Modern

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik.

Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) mendorong optimalisasi peran Unit Pelayanan Jasa Alsin (UPJA) untuk memperkuat mekanisasi pertanian. Melalui UPJA, petani dapat lebih mudah mengakses teknologi modern seperti traktor, pompa air, hingga drone pertanian.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menegaskan bahwa UPJA menjadi salah satu ujung tombak modernisasi pertanian di daerah.

“UPJA ini hadir sebagai wadah bagi kelompok tani untuk berbagi layanan alat dan mesin pertanian. Jadi tidak perlu semua petani punya sendiri, cukup dikelola secara kolektif,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).

Menurut Taufik, pola pengelolaan bersama ini mampu menekan biaya operasional sekaligus menjadi pusat inovasi di desa. Ia mencontohkan penggunaan drone bantuan dari Bank Indonesia dan pemerintah yang kini bisa dimanfaatkan lintas kelompok tani melalui UPJA.

“Dengan UPJA, drone bisa digunakan lebih luas, baik untuk pengendalian hama maupun penyemprotan pupuk cair. Ini lompatan besar dalam efisiensi tenaga kerja sekaligus mempercepat pekerjaan di lapangan,” jelasnya.

Sejauh ini, beberapa UPJA di Kukar sudah aktif melayani kebutuhan petani lintas desa. Salah satunya di Bukit Biru dan Anggana yang mengelola drone pertanian agar pemanfaatannya lebih efektif.

Taufik menekankan pentingnya pendampingan penyuluh dalam mengelola UPJA. Tanpa pengawalan dari penyuluh, ia menilai manfaat alsintan tidak akan maksimal.

“Kalau hanya alatnya ada tapi tidak ada pendampingan, manfaatnya kurang maksimal. Penyuluh harus terus mengawal,” tegasnya.

Distanak Kukar juga mendorong kemandirian kelembagaan UPJA. Dengan begitu, unit ini tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga mampu mengelola penyewaan alsintan untuk biaya perawatan dan pengembangan.

“Kita ingin UPJA bisa berkembang, bahkan jadi motor ekonomi di desa. Karena itu, kita juga akan gandeng lembaga keuangan maupun swasta untuk memperkuat permodalan mereka,” tambahnya.

Ia berharap penguatan UPJA dapat mempercepat terwujudnya pertanian modern di Kukar. Menurutnya, jika alsintan mudah diakses, maka pekerjaan petani lebih cepat selesai, hasil panen meningkat, dan pada akhirnya kesejahteraan petani ikut terangkat.

“UPJA adalah kunci. Kalau unit ini berjalan baik, mekanisasi pertanian akan merata hingga ke desa-desa. Ini target kami untuk mempercepat swasembada pangan daerah,” pungkasnya.