Dari Tafsir Hukum hingga Estafet Kepemimpinan, Jejak Edi Damansyah Dituangkan dalam Buku
Teks : Edi Damansyah pasca seminar peluncuran buku berjudul “Jejak Edi Damansyah Dalam Politik Elektoral: Di Pilih Mayoritas Rakyat Kukar, Di Batalkan MK”
Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Sebuah buku berjudul “Jejak Edi Damansyah dalam Politik Elektoral: Dipilih Mayoritas Rakyat Kukar, Dibatalkan MK” resmi diluncurkan di Universitas Mulawarman (Unmul), pada Selasa (9/9/2025).
Buku ini lahir dari pengalaman politik mantan Bupati Kutai Kartanegara periode 2019-2024, Edi Damansyah, yang dituangkan sebagai referensi akademik dan literasi politik. Edi menegaskan, terbitnya buku tersebut bukan bentuk perlawanan, melainkan kontribusi pengetahuan.
“Jangan sampai ada stigma bahwa ini adalah bentuk perlawanan. Tidak, ini hanya untuk memperkaya referensi khusus di bidang hukum dan politik,” tegasnya dalam sambutan.
Ia menambahkan, pengalaman yang dialaminya dalam kontestasi politik adalah aset berharga yang wajib disampaikan kepada generasi muda.
“Harapan saya, jangan sampai peristiwa yang saya alami ini terjadi lagi di generasi yang akan terjun ke politik nantinya. Karena kami mengalami korban tafsir hukum,” ungkapnya.
*Sambutan Akademik*
Rektor Unmul, Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng, dalam rekaman video menekankan pentingnya menjadikan dinamika Pilkada sebagai bahan diskursus akademik.
“Kontestasi Pilkada memang telah selesai, namun topik ini masih akan sangat krusial untuk didiskusikan dalam berbagai diskursus. Seperti periodisasi masa jabatan, terkhusus di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ucap Abdunnur.
Ia menyebut, rangkaian dinamika yang terjadi dapat menjadi narasi literasi yang memperkokoh pijakan berpikir ke depan.
“Semoga kampus kami terus menjadi tempat yang nyaman bagi siapa pun untuk mendapatkan asupan ilmu pengetahuan yang layak,” harapnya.
Dalam penutup sambutannya, Abdunnur mengutip pesan Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid.
“Perbedaan pendapat itu wajar. Yang terpenting jangan sampai dibawa ke hati,” tuturnya.
*Latar Belakang Buku*
Edi Damansyah menceritakan, ide penulisan buku berawal dari obrolannya dengan Herdiansyah Hamzah atau yang akrab disapa Castro.
“Saya tanya ke beliau, kira-kira peristiwa yang saya alami ini apakah bisa disusun menjadi buku. Beliau menjawab, bisa,” kisahnya.
Menurut Edi, tongkat estafet kepemimpinan akan terus bergulir, sehingga pengalaman politik perlu diwariskan dalam bentuk tulisan.
“Buku ini adalah bagian dari kontribusi ilmu pengetahuan, khususnya di kampus,” jelasnya.
*Peserta dan Diskusi*
Peluncuran buku yang digelar di Integrated Laboratory (I-Lab) Unmul, Jalan Long Apari, Samarinda, ini dihadiri akademisi, praktisi, hingga komponen penyelenggara Pilkada 2024. Hadir pula KPU Provinsi Kaltim, KPU kabupaten/kota, Bawaslu kabupaten/kota, rektor se-Kaltim, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Kegiatan diprakarsai Pusat Studi Anti Korupsi (SAKSI) bersama Universitas Mulawarman. Selain peluncuran, forum ini juga menjadi ruang diskusi publik mengenai dinamika elektoral dan demokrasi di Kutai Kartanegara pasca-Pilkada.
Di akhir acara, Edi berharap buku tersebut mampu menggugah nalar berpikir serta menjadi acuan bagi generasi muda.
“Semoga buku ini bisa menjadi bekal generasi muda dalam mengarungi dunia hukum dan politik ke depan,” pungkasnya.
(Zii)






