Banyak Orang Kini Gemar Lari Pagi, Ini Penjelasan dari Berbagai Penelitian
Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Jika beberapa tahun lalu lari identik dengan aktivitas atlet atau pegiat olahraga tertentu, kini pemandangan orang berlari pada pagi hari semakin mudah ditemui. Taman kota, jalan lingkungan, hingga kawasan car free day dipenuhi masyarakat dari berbagai usia yang menjadikan lari sebagai bagian dari gaya hidup.
Fenomena ini ternyata bukan sekadar tren sesaat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa lari pagi menawarkan kombinasi manfaat fisik dan psikologis yang membuat banyak orang tertarik menjalaninya secara rutin.
Salah satu alasan utama adalah efek positif terhadap suasana hati. Penelitian yang dirangkum oleh para ahli olahraga menemukan bahwa aktivitas berlari dapat memicu pelepasan endorfin dan endocannabinoid, senyawa alami dalam tubuh yang membantu mengurangi stres, kecemasan, serta meningkatkan perasaan bahagia. Kondisi ini dikenal dengan istilah runner’s high, yakni sensasi nyaman dan gembira yang sering dirasakan setelah berlari.
Selain itu, lari pagi juga dikaitkan dengan peningkatan kualitas tidur. Sebuah penelitian terhadap remaja sehat menemukan bahwa kebiasaan berlari selama 30 menit setiap pagi selama tiga minggu mampu meningkatkan kualitas tidur, memperbaiki suasana hati, dan mengurangi rasa kantuk pada siang hari.
Faktor produktivitas turut menjadi daya tarik tersendiri. Berbagai studi menunjukkan bahwa olahraga aerobik pada pagi hari dapat membantu meningkatkan fokus, daya ingat, dan kemampuan berpikir. Banyak pelari mengaku merasa lebih segar dan siap menghadapi aktivitas setelah menyelesaikan sesi lari saat matahari baru terbit.
Dari sisi kesehatan fisik, lari dikenal sebagai olahraga sederhana yang memberikan manfaat besar. Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa bahkan berlari selama lima hingga sepuluh menit per hari berkaitan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular maupun penyebab lainnya.
Penelitian lain juga menemukan bahwa olahraga pagi berpotensi membantu pengelolaan berat badan. Aktivitas fisik pada rentang waktu pagi dikaitkan dengan indeks massa tubuh yang lebih rendah dibandingkan mereka yang berolahraga pada siang atau malam hari, meskipun para peneliti menegaskan bahwa konsistensi tetap lebih penting daripada waktu olahraga itu sendiri.
Tak hanya itu, olahraga pagi dinilai lebih mudah dipertahankan sebagai kebiasaan. Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan pada 2020 menyebutkan bahwa olahraga yang dilakukan secara konsisten pada waktu yang sama, khususnya pagi hari, dapat membantu meningkatkan kepatuhan seseorang terhadap rutinitas latihan.
Kemunculan komunitas lari dan aplikasi pelacak olahraga juga ikut mendorong popularitas lari pagi. Teknologi membantu pelari memantau perkembangan, menetapkan target, hingga berbagi pencapaian dengan sesama pengguna, sehingga motivasi untuk terus berlari menjadi lebih tinggi.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa tidak semua orang harus berlari pada pagi hari. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa waktu olahraga terbaik dapat berbeda pada setiap individu, tergantung ritme biologis atau chronotype masing-masing. Yang paling penting adalah menemukan waktu yang nyaman dan mampu dijalankan secara konsisten.
Pada akhirnya, popularitas lari pagi tampaknya lahir dari perpaduan manfaat kesehatan, kemudahan akses, biaya yang murah, serta efek positif terhadap suasana hati. Bagi banyak orang, lari pagi bukan lagi sekadar olahraga, melainkan cara sederhana untuk memulai hari dengan tubuh dan pikiran yang lebih segar. (Zii)






