Seminar Sosio Project 2026 Dorong UMKM Loa Duri Ulu Go Digital dan Tingkatkan Daya Saing
Seminar Sosio Project 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan ini diselenggarakan oleh UKM Student Entrepreneur Community (SEC) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi digital yang menuntut masyarakat, khususnya pelaku UMKM, untuk mampu beradaptasi dan memanfaatkan peluang di era digital.
Mengusung tema “Go Digital: Strategi Branding dan Promosi di Era Teknologi untuk UMKM dan Masyarakat”, seminar ini bertujuan meningkatkan literasi digital serta memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam membangun branding dan strategi promosi yang efektif. Pemanfaatan media sosial dan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) menjadi fokus utama dalam mendukung pengembangan usaha peserta.
Program Sosio Project 2026 dilaksanakan dalam dua tahapan utama, yaitu seminar sebagai sarana edukasi dan pemberian wawasan, serta kegiatan monitoring atau pendampingan berkelanjutan. Pendampingan ini dilakukan guna memastikan materi yang telah diberikan dapat diterapkan secara optimal oleh para pelaku UMKM. Melalui kegiatan ini, diharapkan UMKM mampu meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pasar, serta membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Ketua Umum UKM SEC, Mashayu Anastasha Saputri, menyampaikan bahwa Sosio Project bukan sekadar kegiatan edukatif, tetapi juga bentuk nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Loa Duri Ulu pada Minggu, 3 Mei 2026 ini turut mendapat apresiasi dari pendamping UMKM Kecamatan Loa Janan, Fadoli. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan dampak langsung kepada pelaku UMKM. Menurutnya, selain teknik promosi yang baik, pelaku usaha juga perlu memperhatikan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, PIRT, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Ia juga menegaskan kesiapan pihak pendamping untuk membantu para pelaku UMKM dalam proses tersebut.
Fadoli juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara saat ini sangat mendukung perkembangan UMKM. Bahkan, Wakil Bupati Rendi Solihin kerap membantu mempromosikan produk UMKM melalui media sosial. Ia mengajak para pelaku UMKM untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan berkoordinasi melalui pendamping setempat.
Sementara itu, Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, yang sekaligus membuka acara, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai Sosio Project sejalan dengan visi desa dalam mewujudkan desa digital. Menurutnya, peningkatan literasi digital bagi pelaku UMKM sangat penting agar pemasaran produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Dengan terselenggaranya Seminar Sosio Project 2026, diharapkan para pelaku UMKM di Desa Loa Duri Ulu semakin siap menghadapi tantangan era digital serta mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.






