Potensi Sawah di Kota Bangun Darat Jadi Andalan Pertanian
Koordinator BPP Kota Bangun, Ifan Manosa.
Kukar – Kecamatan Kota Bangun Darat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyimpan potensi besar di sektor pertanian, terutama lahan sawah yang tersebar di sejumlah desa. Beberapa desa yang menjadi andalan antara lain Sari Nadi, Sumber Sari, serta Kota Bangun 1, 2, dan 3.
Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kota Bangun, Ifan Manosa, mengatakan wilayah ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi karena masih memiliki lahan sawah yang cukup luas.
“Potensi utamanya memang sawah. Dari 20 desa di Kota Bangun Darat, rata-rata memiliki lahan sawah,” ungkapnya, pada Kamis (4/9/2025)
Dari sejumlah desa tersebut, Desa Sari Nadi tercatat sebagai wilayah dengan luasan terbesar.
“Saat ini Sari Nadi memiliki sekitar 170 hektare, sedangkan Sumber Sari sekitar 30 hektare. Untuk desa lainnya rata-rata di bawah itu,” jelas Ifan.
Meski begitu, ia mengakui total keseluruhan luasan lahan sawah belum bisa dipastikan karena program LTT (Luas Tambah Tanam) masih berjalan. Menurutnya, pencatatan data masih terus dilakukan seiring berjalannya kegiatan tanam di lapangan.
“Kalau total keseluruhan saya belum bisa pastikan karena masih harus melihat data. Program LTT juga masih berjalan,” ujarnya.
Dengan potensi yang ada, ia menilai Kota Bangun Darat masih menjadi kawasan penting untuk menopang produksi padi di Kukar.
“Yang jelas, potensi terbesar saat ini ada di Desa Sari Nadi dengan luas 170 hektare sawah,” pungkasnya.






