Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Hebat di Sukarame Hanguskan 7 Rumah Warga
Teks Foto : Kondisi rumah warga pasca musibah kebakaran di Kelurahan Sukarame. (Rizka/Media Mahakam)
mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Sebanyak 27 jiwa dan 7 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal akibat insiden kebakaran hebat yang melanda Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong, Kamis (5/12/2024) dini hari tadi.
Musibah tersebut menghanguskan tujuh rumah warga, satu rumah terdampak, dan sebuah mobil. Adapun penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun dugaan awal menyebutkan adanya korsleting listrik.
Ketua RT 2 Kelurahan Sukarame, Aidan Nur, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi sekita pukul 02.30 WITA dan api menyebar sangat cepat, melahap bangunan di sekitarnya sebelum tim pemadam kebakaran tiba. “Api muncul tiba-tiba dan langsung membesar. Warga yang tinggal dekat lokasi menjadi saksi pertama kejadian ini,” ungkapnya.
Tiga unit pemadam kebakaran dari BPBD Kukar, Damkar Kukar, dan Damkar Awang Long diterjunkan untuk mengatasi kebakaran ini. Beruntung, lokasi kejadian yang berada di pinggir jalan mempermudah akses tim dalam melakukan pemadaman. Proses pemadaman berlangsung selama 1,5 jam hingga akhirnya api berhasil dikendalikan pada pukul 04.00 WITA.
“Tim pemadam bekerja keras mengendalikan situasi agar api tidak menyebar lebih luas,” tambah Aidan.
Atas kejadian ini, warga yang terdampak kebakaran terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau tempat kosong di sekitar lokasi kejadian. Penggalangan dana secara manual juga tengah dilakukan oleh warga setempat untuk membantu para korban. Bantuan berupa logistik, pakaian, dan dana direncanakan akan segera disalurkan.
“Kami sedang mengumpulkan bantuan dari warga sekitar. Setelah terkumpul, akan kami serahkan langsung kepada keluarga terdampak,” ujar Aidan.
Selain tempat tinggal, kebakaran juga menghancurkan beberapa usaha kecil seperti kios dan bengkel, yang semakin menambah beban kerugian warga. Para korban kini tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga sumber mata pencaharian.
Musibah ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan pemukiman padat penduduk. Semua pihak diharapkan bekerja sama untuk membantu para korban agar dapat memulai kembali kehidupan mereka pasca tragedi ini. (rl)






