Distanak Kukar Gelar Sosialisasi dan Penandatanganan MoU Implementasi Aksi Perubahan RAPAK KUKAR
Teks Foto : Suasana sosialisasi RAPAK KUKAR oleh Distanak Kukar (Rizka/Media Mahakam)
mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar sosialisasi sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Implementasi Aksi Perubahan Ruang Produksi Pada Kawasan Padi Sawah di Kabupaten Kukar (RAPAK KUKAR) dalam rangka meningkatkan produktivitas lahan pertanian di tiap daerah yang ada di Kukar, Selasa (1/10/2024).
Kegiatan tersebut digelar di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong. Dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari 20 kecamatan se-Kukar.
Dalam sosialisasi ini, Distanak Kukar juga bersinergi dengan Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam menetapkan lima zona yang akan difokuskan sebagai ruang produksi kawasan padi sawah. Di mana kelima zona tersebut yakni, Kecamatan Marangkayu, Loa Kulu, Tenggarong, Tenggarong Seberang dan Muara Kaman.
Kepala Distanak Kukar, M Taufik menyebutkan bahwa program ini memiliki nilai yang cukup strategis dalam pengembangan kawasan padi sawah di Kukar dan peningkatan jumlah produksi panen.
“Kita fokuskan di lima zona itu. Dengan adanya ruang produksi ini, diharapkan pertanian di Kukar dapat meningkat dalam satu kali panen minimal 4-5 ton,” ucapnya.
Selain itu, Distanak Kukar juga menggandeng Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar untuk mengintervensi pembangunan sistem irigasi dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar untuk mengintervensi perencanaan anggaran.
Taufik berharap program ini dapat memberikan output yang mampu menciptakan pertanian berbasis kawasan dengan angka produksi yang terus meningkat khususnya di Kukar baik secara internal antar perangkat daerah terkait, maupun external, yakni antar petani yang nantinya juga akan diberikan sosialisasi agar dapat bekerja secara mandiri.
“Karena intervensi ini tidak semata-mata hanya dilakukan oleh Pemda saja, tapi juga dilakukan oleh para petani itu sendiri. Jadi harapan saya semua pihak terkait dapat memanfaatkan ini dengan baik. Agar menciptakan output yang bisa meningkatkan produktivitas terutama pada lahan-lahan yang masih lemah produksinya. Dan untuk lahan-lahan yang sudah produktif bisa terus dipertahankan kondisinya,” tutupnya. (rl)






