Bupati Kukar Edi Damansyah Sebut Tenggarong Pujasera Space Akan Jadi Ikon Baru di Kukar
Teks foto : Bupati Edi Damansyah saat memantau pembangunan di kawasan Pujasera (Rizka/Media Mahakam)
mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Komitmen kuat dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memajukan sektor usaha masyarakat terus ditunjukkan dengan berdirinya sejumlah fasilitas umum yang dapat digunakan sebagai tempat perputaran ekonomi.
Setelah peresmian Kawasan Titik Nol, dan Jalan Kartanegara yang kini ramai dengan aktivitas perdagangan oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan menjadi titik kumpul andalan warga Tenggarong dan sekitarnya. Kali ini giliran kawasan Bundaran Tuah Himba yang disulap menjadi ikon destinasi baru, yang digadang-gadang akan menjadi tempat berkumpulnya UMKM lokal dengan nama Tenggarong Pujasera Space (TPS).
Bupati Kukar, Edi Damansyah yang malam tadi datang langsung untuk meninjau kawasan TPS menyebutkan, Pujasera atau Pusat Jajanan Serba Ada ini nantinya akan menjadi titik berkumpulnya para pelaku UMKM khususnya kuliner. Mulai dari kuliner khas kutai sampai kuliner modern akan dijajakan di lokasi ini.
Meskipun saat ini sebagian kawasan tersebut masih dalam proses pembangunan, namun sudah dapat dilihat progresnya yang sangat menjanjikan. Dan melalui acara yang diusung Komunitas Kukar Kuliner pada, Rabu (11/9/2024) tadi malam, Edi berharap dapat sekaligus memperkenalkan kawasan baru ini kepada masyarakat luas.
“Kegiatan ini bisa dibilang sebagai tahap awal untuk memulai kawasan yang nantinya akan kami jadikan sebagai kawasan publik Pujasera. Proyek ini diperkirakan selesai 100% pada akhir Desember, termasuk seluruh fasilitas penunjangnya,” jelas Edi.
Selain menjadi ikon destinasi kuliner, kawasan TPS ini nantinya juga akan diramaikan dengan aktivitas ekonomi kreatif lainnya seperti kegiatan dari komunitas seni dan budaya. Yang mana mereka dapat bebas tampil mengekspresikan karya-karyanya dengan saling berkolaborasi untuk menyajikan hiburan-hiburan menarik di setiap pekannya.
“Untuk sistematisnya kami serahkan seluruhnya kepada komunitas bagaimana mengelolanya. Kami di sini hanya membangunkan fasilitasnya,” ujar Edi lagi.
Dan tidak hanya itu, dukungan Pemkab Kukar terhadap pengembangan usaha masyarakat juga ditunjukkan dengan pemberian modal berupa pelatihan yang khusus datang dari permintaan masyarakat secara langsung. Mulai dari tata boga, menjahit, sampai dengan tata rias.
Edi mengaku bangga dan sangat mengapresiasi semangat dan kemampuan generasi muda Kukar, khususnya di Tenggarong, yang telah menunjukkan perkembangan dalam sektor kreatif dan kuliner.
“Saya sangat mengapresiasi mindset generasi muda kita ini yang berani dan tidak lagi hanya bergantung pada pekerjaan di pemerintahan. Semoga ini bisa terus berlanjut, dan kawasan ini dapat berkembang sebagaimana yang kita harapkan bersama,” harapnya. (rl)






