Dinsos Kukar Pastikan Kesejahteraan Sosial Masyarakat Lewat 3 Strategi Penanggulangan Kemiskinan
Teks Foto : Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kukar, Yuliandris Suherdiman, (Rizka/Media Mahakam)
mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya menanggulangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti yang tertera dalam program dedikasi KUKAR IDAMAN, yakni Kesejahteraan Sosial Idaman, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan inovasi dan mengusung sejumlah strategi guna tercapainya taraf kehidupan masyarakat Kukar yang lebih baik.
Seperti yang dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kukar, Yuliandris Suherdiman, ada 3 strategi yang dimiliki Dinsos Kukar dalam penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat. Yang pertama dengan mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin dengan cara memberikan Bantuan Sosial (Bansos) baik secara tunai maupun non tunai.
“Kalau tunai dalam program Kesejahteraan Sosial Idaman itu ada yang bentuknya uang, ada juga sandang pangan. Artinya dengan diberikan bansos ini, diharapkan beban masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya dapat berkurang,” ujar Yuliandris belum lama ini.
Yang kedua yaitu, peningkatan pendapatan keluarga prasejahtera yang mana dalam hal ini akan berfokus pada para wanita rawan sosial ekonomi, seperti janda dan wanita tulang punggung keluarga, dengan cara melakukan pemberdayaan bagi mereka yang memiliki potensi dalam bidang usaha seperti dengan pemberian bantuan berupa peralatan penunjang usaha.
“Misal mereka memiliki potensi membuat kue kita penuhi kebutuhannya seperti alat-alat pembuat kuenya. Dalam hal ini kita bantu modalnya berbentuk barang bukan uang,” jelas Yuliandris.
Dan yang ketiga yakni bantuan spesifik khusus seperti pemberian bantuan permakanan dan alat bantu untuk penyandang disabilitas, anak terlantar, dan lanjut usia.
Lebih lanjut, agar strategi ini dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan dan programnya selalu tepat sasaran, Yuliandris menyebutkan bahwa pihaknya selalu rutin melakukan pemantauan dan evaluasi setiap bulannya guna menghindari kemungkinan warga yang tidak tercover atau hal-hal yang tidak diperbolehkan seperti warga yang menerima bantuan lebih dari satu sumber.
“Strategi ini kita usung agar pemetaan bantuannya jelas. Dan supaya bantuan-bantuan itu tetap sesuai sasaran, rutin kita evaluasi tiap bulannya. Karena Bansos ini sifatnya ada yang dari pusat dan ada yang dari daerah. Jadi tidak boleh double,” tuturnya. (rl)






