Tarik Wisatawan Lebih Banyak, Dispar Kukar Gencarkan Promosi Objek Wisata
Teks foto : Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Triyama (istimewa)
mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus lancarkan promosi objek wisata di Kukar supaya dapat menarik wisatawan berkunjung.
Berbagai strategi seperti promosi melalu website, sosmed, hingga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak telah dilancarkan oleh Dispar Kabupatan Kukar. Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dispar Kukar, Triyama, mengatakan pihaknya juga rutin menggelar sosialisasi kepariwisataan yang melibatkan pelajar di Kukar.
Hal ini ditujukan untuk mendorong para pelajar untuk mendapatkan ilmu lebih untuk memanfaatkan dan menjaga objek wisata yang ada di sekitar mereka.
“Kita juga melakukan promosi melalui brosur, buku pariwisata, dan termasuk kalender event yang turut memuat sejumlah objek wisata di Kukar,” ditambahnya, Senin (29/4/2024).
Ia juga menambahkan bahwa Kukar memiliki objek wisata unggulan yang telah terkenal hingga manca negara. Salah satunya adalah Desa Wisata Pela, Kecamatan Kota Bangun yang terkenal sebagi salah satu habitat Pesut Mahakam.
Bahkan Desa Pela telah meraih penghargaan Kalpataru pada tahun 2022 lalu. Lalu, Desa Pela kini kembali menempati posisi sebagai salah satu desa yang dinominasikan untuk menerima penghargaan bergengsi di tingkat nasional tersebut.
Kali ini, Desa Pela akan diikutsertakan dalam kategori penyelamat lingkungan, konservasi pesut mahakam, pengawasan illegal fishing, penanaman pohon, dan desa ramah lingkungan.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pela, Alimin, menatap optimis kategori yang diikuti, mengingat semuanya telah diimplementasikan dengan baik di desa tersebut.
Bahkan, sejak tahun 2018 Pemerintah Desa (Pemdes) Pela telah menerbitkan Peraturan Desa (Perdes) untuk menjaga lingkungan sekitar yang juga merupakan habitat asli dari Pesut Mahakam. Hal ini untuk mengikutsertakan para masyarakat yang bertempat di Desa Pela untuk menjaga kebersihan dan lingkungan yang ditinggali oleh Pesut Mahakam.
Alimin menambahkan, pihaknya juga konsisten dalam melakukan upaya pengawasan terhadap illegal fishing dan juga larangan membuang sampah ke sungai untuk menjaga keberadaan Pesut Mahakam.
“Kegiatan yang telah kami lakukan terdokumentasi, terdata, dan tertulis,” tutup Alimin. (adv/rl/diskominfokukar)






