Seragam Baru Sambut Tahun Ajaran, Kukar Luncurkan Bantuan Sekolah Gratis

teks : Suasana launching Program Bosda di Stadion Rondong Demang

Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Senyum ceria mewarnai wajah para peserta didik baru saat menyambut program bantuan operasional sekolah dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Perlengkapan sekolah gratis kini bisa mereka bawa untuk memulai tahun ajaran, dengan percaya diri.

Program tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, di halaman parkir Stadion Rondong Demang, Minggu (28/9/2025). Kehadiran ribuan guru, dan walimurid serta siswa, menjadi saksi dimulainya langkah baru yang diyakini mampu meringankan beban masyarakat.

Dalam sambutannya, Aulia menegaskan bahwa program ini lahir dari janji politik dirinya bersama Wakil Bupati Rendi Solihin. Kebijakan yang menjadi bagian dari visi besar Kukar Idaman Terbaik itu menyasar siswa PAUD, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta.

“Dasar pemikiran program ini adalah agar tidak ada kesenjangan di sekolah. Kami ingin semua anak-anak difasilitasi perlengkapan sekolahnya, sehingga mereka tidak minder saat masuk sekolah,” ungkapnya.

Tak hanya sekadar bantuan, program ini juga dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Pemkab Kukar menegaskan komitmennya dengan mengalokasikan 20 persen APBD bagi sektor pendidikan. Salah satunya diwujudkan melalui kebijakan bantuan operasional sekolah daerah.

Aulia menjelaskan, mekanisme penyaluran dilakukan dalam bentuk dana tunai ke sekolah. Dengan cara ini, pembelian perlengkapan bisa menyesuaikan kebutuhan siswa sekaligus standar sekolah masing-masing.

“Dengan cara ini, tidak ada lagi baju yang kebesaran atau kekecilan,” tegasnya.

Lebih jauh, Bupati juga mendorong agar manfaat program tak hanya berhenti di dunia pendidikan, tetapi merambat ke sektor ekonomi lokal. Ia mengimbau sekolah dan komite agar melibatkan penjahit di sekitar lingkungan masing-masing untuk pengadaan seragam. Hal itu sekaligus menjadi peluang baru bagi pelaku usaha kecil.

“Skema pembiayaan pun dilakukan secara at-cost karena harga perlengkapan sekolah di setiap kecamatan berbeda. Dengan cara ini, semua kebutuhan dapat terakomodasi sesuai kondisi lapangan,” jelas Aulia.

(Zii)