Puncak Libur Lebaran, Pantai Biru Kersik Dipadati Wisatawan
Teks Foto : Suasana Pantai Biru Kersik yang ramai dikunjungi wisatawan. (Istimewa)
mediamahakam.com, Kutai Kartanegara – Pada puncak libur lebaran kali ini terpantau sejumlah tempat wisata dipadati pengunjung, salah satunya adalah Pantai Biru Kersik yang terletak di Desa Kresik, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Pantai yang dibuka untuk umum ini menghadirkan pemandangan alam eksotis dengan ombak tenang dan hamparay pasir pantai yang bersih. Di sisi-sisinya juga disediakan saung dan warung makan untuk tempat bersantai, ada juga jembatan yang membentang ke arah laut lengkap dengan ornamen lampu tematik yang semakin cantik di malam hari dan sejumlah spot foto Instagramable.
Untuk menikmati seluruh keindahan itu, pengunjung hanya dikenakan tarif parkir yang dihitung perkendaraan yakni, untuk roda dua sebesar Rp 10.000 dan untik roda empat sebesar Rp 30.000. Hal ini juga yang menjadikan Pantai Biru Kersik banyak disukai dan menjadi destinasi favorit wisatawan baik dalam maupun luar daerah.
Dan jumlah kunjungannya dapar terus bertambah terutama dihari-hari besar seperti libur panjang lebarang saat ini.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh anggota Pokdarwis Pantai Biru, Desa Kresik yang juga sekaligus pengelola Pantai, Jumriana. Ia mengatakan jumlah kunjungan wisatawan ke Pantai Biru Kersik di musim libur lebaran kali ini terpantau ramai sejak hari kedua hingga puncak libur lebaran, Minggu (14/4/2024). Dengan total kunjungan kurang lebih sebanyak 500 kunjungan dalam sehari.
“Untuk kunjungan wisatawan di musim libur lebaran ini terpantau ramai sejak hari kedua. Total kunjungan perhari diprediksi ratusan motor dan mobil dengan estimasi wisatawan bisa tembus hingga 500 orang,” ungkapnya.
Selain menghadirkan pesona pemandangan alam, Pantai Biru Kersik juga sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum seperti gazebo, kamar mandi, toilet, dan juga musholla. Ada juga berbagai wahana air seperti banana boat, perahu ketinting yg dapat disewa untuk menyisir bibir pantai, dan paket snorkeling.
“Alhamdulillah semua ada, tapi untuk banana boat saat ini sedang ditutup karena dalam perbaikan. Dan untuk snorkeling sendiri itu tarifnya Rp 750 ribu, sudah termasuk fasilitas menyelam. Tapi hanya dibuka ketika cuacanya mendukung saja. Kalau ombaknya tinggi dan air keruh, kita tidak buka,” jelasnya.
Dengan meningkatnya jumlah pengunjung seperti pada musim liburan lebaran saat ini Jumriana berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dapat lebih memperhatikan fasilitas yang ada di Pantai Biru Kersik. Terutama dalam penanganan abrasi akibat ombak pantai yang tengah dialami Pantai Biru sejak beberapa tahun belakangan ini.
“Abrasi di bibir pantai ini setiap tahunnya bisa 5 sampai 10 meter. Dan pada tahun ini, terhitung sejak Januari hingga April sudah tergerus sebanyak 4 sampai 5 meter hanyut, sehingga pohon-pohon yang kami tanam itu ikut dibawa ombak. Mungkin bisa dibuatkan penahannya nanti dengan pemerintah,” tutupnya. (adv/rl/diskominfokukar)






