PJ Gubernur Kaltim ajak Pemkab Kukar Kolaborasi Antisipasi Kenaikan Inflasi

Teks Photo : Suasana rapat koordinasi pembahasan langkah konkret pengendalian inflasi daerah di gedung serbaguna kantor Bupati Kukar (Rizka/Media Mahakam)

mediamahakam.com, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat koordinasi untuk mengantisipasi lonjakan inflasi, Senin (12/2/2024).

Rapat koordinasi yang dilaksanakan di ruang serbaguna kantor Bupati Kukar itu dihadiri oleh PJ Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, dan Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah. Adapun rapat koordinasi tersebut membahas tentang langkah-langkah antisipasi lonjakan inflasi yang bisa terjadi di Kaltim tahun ini.

PJ Gubernur Kaltim, Akmal Malik mengatakan, walaupun Kaltim berhasil mengendalikan angka inflasi di kisaran 2,9 persen langkah-langkah untuk mengantisipasi lonjakan inflasi tetap harus dilakukan. Adapun langkah-langkah tersebut salah satunya dengan melakukan kolaborasi di bidang pertanian dan pangan di daerah Kukar.

“Tadi kita bersama-sama membahas tentang kolaborasi dengan Bupati agar mendapatkan gambaran yang sama. Jadi bukan hanya pihak provinsi yang paham, tapi kabupaten juga paham, ” ujar Malik.

Diketahui bahwa penyebab inflasi yang perlu diwaspadai dewasa ini adalah produksi beras. Hal ini karena produksinya dibdaerah asal mengalami penurunan yang sangat drastis. Maka dari itu Malik mengatakan kolaborasi ini sengaja ditempatkan di Kukar karena Kukar merupakan salah satu lumbung pangan di Kaltim.

Hal itu dikonfirmasi pula oleh Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, bahwa sebanyak 42 persen kebutuhan beras di Kaltim dipasok oleh Kukar.

“Dari info nasionalnya beras menjadi isu yang harus diperhatikan saat ini karena penyuplai di beberapa titik sedang mengalami penurunan yang cukup drastis. Kalau di Kaltim sekitar 42 persen pasokan beras itu datang dari Kukar, apalagi sekarang sudah masuk masa tanam maka dari itu saya himbau untuk seluruh kepala daerah untuk fokus pada kantong-kantong produksi pangan itu,” ucap Edi.

Kemudian Edi melanjutkan, meskipun Kaltim tidak termasuk dalam daftar yang mengalami kenaikan inflasi tapi upaya untuk mengantisipasi hal tersebut harus tetap dilakukan mengingat salah satu program Kaltim adalah pengembangan di bidang program pangan pertanian.

Untuk menunjang kegiatan kolaborasi tersebut Malik menyebutkan sejumlah langkah-langkah yang sudah diusungnya bersama Bupati Kukar seperti antara lain penyediaan sumur pompa dan melakukan dispesifikasi pertanian.

“Langkah-langkah yg harus kita lakukan sekarang adalah menyiapkan sumur pompa, tapi kan kita tidak tau ini anomali cuaca, makanya sekarang pak Bupati bersama-sama juga sudah menyiapkan langkah-langkah pompanisasi disamping juga melakukan dispesifikasi pertanian, ” pungkas Malik. (rl)