Open Tournament Padel Piala Panglima TNI Inisiasi Korem 091/ASN Jadi Panggung Internasional
mediamahakam.com, SAMARINDA— Animo luar biasa mewarnai perhelatan Open Tournament Padel 2025 Piala Panglima TNI di Samarinda. Kejuaraan yang digelar oleh Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) ini resmi dibuka pada 10 Oktober 2025 dan akan berlangsung hingga 12 Oktober, menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 TNI.
Turnamen Padel ini tak hanya menarik perhatian lokal, namun juga mancanegara. Total sebanyak 212 atlet bertanding dan lima pemain internasional dari Spanyol, Argentina, dan Prancis siap berlaga.

Komandan Korem 091/ASN , Brigjen TNI Anggara Sitompul mengungkapkan kejuaraan ini sebagai upaya menggalakkan Padel, yang saat ini terhitung masih cabor ‘baru’ di Indonesia.
“Pesertanya cukup banyak dari kalangan atas maupun kalangan bawah. Kami apresiasi panitia yang berhasil mendatangkan peserta bukan hanya dari dalam negeri, tapi juga Internasional,” ungkapnya.
Selain itu, Open Tournament ini yang juga sebagai rangkaian kegiatan memperingati HUT TNI ke 80. Melalui turnamen ini kami ikut mengenalkan olahraga Padel ini kepada masyarakat.
“Kami berharap keterlibatan TNI ini dapat melahirkan atlet-atlet baru, yang nantinya bisa ikut berkompetisi hingga ke tingkat Internasional,” jelasnya.
Dijelaskan Jenderal Anggara, paling menarik pada turnamen ini ada lima atlet internasional yang berasal dari Spanyol, Prancis, dan Argentina.
“Lima atlet internasional ini membawa standar permainan yang sangat tinggi. Ini adalah kesempatan langka bagi atlet lokal kita untuk menguji mental dan strategi mereka.”jelasnya.
”Kami memastikan akan berlangsung meriah karena tidak hanya atlet kelas pemula tapi ada pula atlet nasional dan Internasional. Sehingga semua pemain dapat mengasah kemampuannya,” tambahnya.
Total 212 peserta tersebut dibagi dalam tiga kategori, yaitu:
- Men Bronze (pemula): 62 tim
- Open Men: 20 tim
- Open Women: 25 tim
”Para pemain pun dijamin akan mendapatkan pengalaman berharga dengan bertemu dan bertanding langsung melawan atlet-atlet yang sudah berpengalaman dikancah internasional,” ungkapnya.

Sementara itu Owner Aubry Sport Center, Andery Syachrum mengatakan persiapan turnamen memakan waktu sekitar satu bulan. Ia menyebut bahwa ini adalah turnamen ketiga dan pihaknya telah mengevaluasi dan memperbaiki kekurangan dari turnamen sebelumnya.
Minat masyarakat Samarinda terhadap Padel ini sangat tinggi. Namun diakuinya perkembangan Padel di kota ini terkendala oleh keterbatasan fasilitas.
“Sekarang lapangan Padel baru ada enam di Samarinda. Sementara peminatnya sangat banyak, jadi jadwalnya susah untuk didapatkan,” jelasnya.
Pemain Internasional ikut berlaga.
Kehadiran lima pemain asing menjadi sorotan utama. Tiga klub di Indonesia turut berpartisipasi mendatangkan pemain asing:
- Aubry Padel Club (1 pemain),
- Dewa United Padel (1 pemain), dan
- Borneo FC Padel Club (3 pemain).

Atlet asal Spanyol, Jose Miguel Rioja Garcia yang kini menetap di Bali, mengaku senang melihat Padel di Indonesia berkembang dengan baik dan menyebut Padel Indonesia memiliki potensi besar.
Disambung pula oleh rekan satu negaranya, Oriol Sosa Gonzalez menyebut tujuannya adalah mengembangkan olahraga Padel di Indonesia, apalagi melihat antusias masyarakat Indonesia khususnya berawal pemain tenis yang beralih karena kemudahan adaptasi.

Seperti halnya, Atlet Tenis Nasional asal Jawa tengah yang kini juga sangat berprestasi pada cabor Padel, Suno Wahyu Trijati menyebutkan kehadiran pemain asing sebagai tantangan positif.
“Kita bisa ambil sisi positifnya bahwa kita bisa belajar banyak dari pemain asing. Jadi pemain lokal bisa terpacu untuk bisa berada di level mereka,” ujarnya, seraya memuji turnamen ini sebagai sarana promosi Padel di Kalimantan Timur.
Turnamen ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum penting untuk mempopulerkan Padel ke semua kalangan masyarakat di Indonesia. (pep)







