#NgegasBeramean Edisi Ke-4 Move Mahakam Jelajahi 360 Sulawesi Selatan Sepanjang 1.500 Km

#NgegasBeramean Edisi Ke-4 Move Mahakam didepan bukit batu selamat datang di kota makale. (dok. move mahakam)

MEDIAMAHAKAM.COM, Samarinda — Istilah #NgegasBeramean mungkin kerap dimaknai negatif oleh sebagian orang, seperti perilaku reaktif atau membuat drama di tempat umum. Namun bagi komunitas Move Mahakam, tagar tersebut justru menjadi semangat touring yang sarat makna silaturahmi dan petualangan.

Baru-baru ini, Move Mahakam berhasil menggelar touring spektakuler bertajuk #NgegasBeramean edisi ke-4 dengan rute 360 Sulawesi Selatan. Perjalanan sejauh ±1.500 kilometer ini berlangsung selama 8 hari, mulai tanggal 8 hingga 15 April lalu. Sebanyak 14 unit Movers (sebutan anggota Move Mahakam) dari berbagai model dan tahun produksi ambil bagian dalam kegiatan ini.

Kota Parepare menjadi titik start awal perjalanan komunitas pengguna skuter asal Italia tersebut. “Kami melalui jalur Parepare – Toraja – Palopo – Siwa – Sengkang – Bone – Sinjai – Bulukumba – Jeneponto – Makassar – Maros – Barru dan kembali ke Kota Parepare untuk mengirimkan motor ke kapal,” jelas Road Captain, Om Fadli, di Samarinda.

Menyusuri Tikungan Patah dan Pemandangan Sekali Seumur Hidup

#NgegasBeramean Edisi Ke-4 Move Mahakam
#NgegasBeramean Edisi Ke-4 Move Mahakam Jelajahi 360 Sulawesi Selatan Sepanjang 1.500 Km

Salah satu momen paling berkesan adalah perjalanan di jalur utama Parepare – Toraja sepanjang ±143 kilometer. Para Movers dimanjakan pemandangan Gunung Nona hingga pengalaman menantang saat mendaki Bukit Ollon.

“Jalannya kecil dan tikungan patah,” ungkap Mba Dina, satu-satunya Movers perempuan yang ikut dalam touring ini. Perempuan berusia 46 tahun itu mengaku berkendara di Sulawesi benar-benar bisa memacu adrenalin.

Senada dengan itu, Christian Suwandi (38 tahun) yang menunggangi GTV Officina 8 warna biru matte mengaku jalur Sulawesi adalah yang paling menantang. “Pengendara harus sigap karena jalur didominasi jalan berliku, menanjak dan menurun. Bayangkan saja kita harus menuruni puncak Ollon yang tidak masuk akal, kiri tebing dan kanan jurang, tapi pemandangannya indah untuk sekali seumur hidup,” ujarnya bangga.

 

#NgegasBeramean Edisi Ke-4 Move Mahakam
#NgegasBeramean Edisi Ke4 Move Mahakam di Kete Kesu suatu desa wisata di kawasan Tana Toraja. (dok. move mahakam)

Silaturahmi di Enam Komunitas Vespa

Tak sekadar touring, rombongan Move Mahakam juga mengadakan pertemuan silaturahmi dengan sejumlah komunitas Vespa setempat, yaitu Modern Vespa Palopo, Rise n Ride Palopo, Vespa Lingu, GT Series, dan Modern Vespa Makassar.

Memasuki Kota Makassar, rombongan #NgegasBeramean disambut meriah oleh Modern Vespa Makassar dengan rolling city sore hari, ngopi santai bersama Vespa Lingu, serta night ride bersama GT Series.

#NgegasBeramean Edisi Ke-4 Move Mahakam
#NgegasBeramean Edisi Ke-4 Move Mahakam

Di hari terakhir sebelum mengantar Vespa ke pelabuhan Parepare, para Movers menyempatkan diri menikmati keindahan Rammang-Rammang di Maros, sebelum akhirnya melewati jalur Barru yang lurus dengan terik matahari siang.

Persiapan Matang dan Fokus Keselamatan

Meski baru memasuki edisi ke-4, Move Mahakam telah melakukan berbagai persiapan touring 360 Sulawesi Selatan secara matang. Hal ini terlihat dari penggunaan kelengkapan berkendara yang melekat di seluruh anggota.

“Selain persiapan kendaraan dan kelengkapan berkendara, pemahaman tentang pentingnya keselamatan dalam berkendara menjadi fokus kami,” pungkas Cahyo, anggota Move Mahakam.

#NgegasBeramean Edisi Ke-4 Move Mahakam
#NgegasBeramean Edisi Ke-4 Move Mahakam

Dengan suksesnya #NgegasBeramean edisi ke-4, Move Mahakam kembali membuktikan bahwa touring bukan sekadar perjalanan, tetapi juga ajang membangun persaudaraan melintasi batas kota dan pulau. (pep)