Maulid Nabi di Masjid Ibrahimiyah Samarinda: Momentum Meneladani Akhlaq Mulia Rasulullah
Mediamahakam.com, SAMARINDA – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Jami’ Ibrahimiyah di Jalan Rapak Indah Permai RT 50, Kelurahan Lok Bahu, Kota Samarinda, Sabtu (6/9/2025) malam. Ratusan jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, memadati masjid untuk bersama-sama memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1447 H.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Remaja dan Pemuda Masjid (RPM) Ibrahimiyah itu mengusung tema “Maulid Nabi Sebagai Pengingat Akhlaq Mulia”.
Tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Bagi umat Islam, peringatan Maulid Nabi tidak hanya sekadar mengenang hari lahir Rasulullah, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Refleksi Diri Lewat Keteladanan Nabi
Ketua Panitia Maulid, Andika Pratama, menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong generasi muda Islam untuk menjadikan Nabi Muhammad sebagai teladan utama.
“Nabi Muhammad adalah contoh terbaik dalam kehidupan sehari-hari. Beliau tidak hanya pemimpin umat, tetapi juga pribadi penuh kasih sayang. Kita harus menjadikan ajaran beliau sebagai pedoman agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Andika di sela acara.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi adalah sarana refleksi. Di tengah arus modernisasi dan perkembangan zaman, generasi muda seringkali menghadapi tantangan moral. Dengan meneladani Rasulullah, diharapkan mereka mampu menjaga akhlak mulia, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dunia digital.
Dukungan Jamaah dan Pengurus Masjid
Ketua Pengurus Masjid Jami’ Ibrahimiyah, Ustadz Abdul Rajab S.Ag., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi demi terselenggaranya acara.
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, Ketua RT 50, ibu-ibu jamaah yang menyiapkan konsumsi, dan para donatur yang menyumbangkan tenaga maupun dana. Semoga semua ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” ungkapnya.
Bagi pengurus masjid, kegiatan seperti ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan juga upaya mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.
Tausiyah: Cinta Rasul Harus Ditunjukkan dengan Akhlak
Penceramah, Ustadz Muhammad Fahmi, dalam tausiyahnya menegaskan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW harus diwujudkan melalui sikap dan akhlak yang baik.
“Tidak benar bila kita mengaku cinta Rasulullah tetapi tidak meneladani akhlaknya. Salah satu ajaran beliau adalah berbuat baik, bahkan dengan hal kecil seperti tersenyum. Jangan suka merendahkan orang lain, jangan merasa lebih mulia dari yang lain. Itulah bentuk nyata meneladani Rasulullah,” jelasnya.
Pesan ini terasa relevan dengan kehidupan sosial saat ini, di mana masih banyak ditemukan sikap saling meremehkan, ujaran kebencian, hingga pertentangan antarsesama.
Penutup Penuh Kehangatan
Acara Maulid Nabi di Masjid Jami’ Ibrahimiyah berlangsung meriah namun tetap khidmat. Usai tausiyah, jamaah larut dalam doa bersama, sebelum ditutup dengan sesi foto dan ramah tamah. Kehangatan terasa ketika para jamaah saling bersalaman, berbagi makanan, dan melepas tawa dalam kebersamaan.
Bagi RPM Ibrahimiyah, momentum Maulid ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk terus menghidupkan kegiatan keagamaan yang membangun karakter dan akhlak mulia generasi muda di Samarinda. (pep)






