Masa Kampanye Pemilu 2024, Dewan Ajak Masyarakat Tetapi Jaga Persatuan Meski Berbeda Pilihan
Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun ajak masyarakat untuk menjaga persatuan, pada masa kampanye Pemilu 2024.
“Kita akan mengikuti pesta demokrasi 2024, beda pilihan mungkin memicu konflik. Tetapi ingat, bangsa kita telah mengakar kuat Bhineka Tunggal Ika, dalam bingkai kesatuan NKRI, menjadi persatuan dan kesatuan yang kuat berdasarkan Pancasila,” ungkapnya.
Politikus PDI Perjuangan itu menekankan perbedaan bukan lagi menjadi alasan memicu gesekan sosial atau konflik. Perbedaan semestinya menjadi harmoni yang indah.
“Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, suku, agama, dan bahasa. Itu adalah kekayaan yang tidak dimiliki oleh negara lain. Kita harus bangga dan menjaga kekayaan itu. Jangan sampai kita terpecah belah karena perbedaan pilihan politik,” ujarnya.
Samsun juga mengapresiasi peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan di tengah masyarakat. Dia berharap mereka dapat terus menjadi mitra pemerintah dan legislatif dalam membangun daerah.
“Kami dari DPRD Kaltim selalu terbuka untuk berkomunikasi dan bersinergi dengan semua elemen masyarakat. Kami siap mendengar aspirasi dan saran dari bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian. Mari kita bersama-sama memajukan Kaltim yang kita cintai,” bebernya.
Samsun menjelaskan wawasan kebangsaan yang dilaksanakan para anggota legislatif harus tetap disampaikan agar semua masyarakat tidak hanya mengetahui dan paham saja, melainkan bisa mengimplementasikan pada kehidupan sehari-hari.
“Ini agar mereka bisa merasakan manfaatnya dan menjaga persatuan-kesatuan bangsa dengan berpedoman pada nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 dalam ruang lingkup Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” tuturnya.
Samsun menilai langkah pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan wawasan kebangsaan di masyarakat sudah berjalan baik. Dia berharap program-program tersebut bisa terus berlanjut dan ditingkatkan.
“Kita harus menjaga pilar kebangsaan dengan baik dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang bisa merusak. Kita harus bersama-sama menjaga dan mempertahankan NKRI yang kita cintai ini,” tutupnya.






