Kunjungi Desa Pela, Kedatangan Wabup Kukar Rendi Solihin Disambut Pesut Mahakam

Teks Foto : Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin dalam kunjungan Safari Ramadhan 1445 H di Desa Pela. (ist)

mediamahakam.com, Kutai Kartanegara – Lokasi dari agenda Safari Ramadhan 1445 Hijriah yang dilaksanakan oleh Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin beserta jajaran Pemkab Kukar berikutnya adalah desa Pela, Kecamatan Kota Bangun.

Ada momen langka yang terjadi di tengah-tengah perjalanan Rendi menuju Desa Pela, yakni kemunculan beberapa ekor Pesut Mahakam yang berenang mengiringi kapal yang dinaikinya seakan tengah memberikan sebuah sambutan hangat kepadanya. Ia mengaku sangat takjub lantaran baru pertama kali melihat ikan endemik itu secara langsung.

“Alhamdulillah mantap sekali, keren. Ini pengalaman sangat luar biasa, bisa melihat dan disambut pesut mahakam di Desa Pela,” ujar Rendi.

Selanjutnya, terkait kunjungannya ke Desa Pela, Rendi Solihin juga menyempatkan diri berkeliling untuk melihat-lihat, sekaligus meninjau beberapa pembangunan infrastruktur.

Rendi menjelaskan, konektivitas antar wilayah masih menjadi program prioritas di seluruh kecamatan se-Kutai Kartanegara. Dan untuk hal itu, Rendi juga mengungkapkan bahwa Kecamatan Kota Bangun memiliki porsi anggaran paling besar dari tujuh kecamatan di wilayah hulu.

Diketahui, sepanjang tahun 2023 lalu, Kecamatan Kota Bangun mendapat alokasi anggaran sebesar Rp365 miliar untuk memenuhi sejumlah kebutuhan layanan dasar.

Seperti, infrastruktur jalan dan jembatan, infrastruktur kesehatan dan pendidikan yang menurut Rendi, harus menjadi fokus utama pembangunan di Kecamatan Kota Bangun.

“Tahun 2024 ini masih menjadi perhatian, terkait konektivitas jalan dan jembatan. Ada Rp69 miliar yang disiapkan Pemkab Kukar. Anggaran tersebut terbagi di beberapa wilayah, tapi saya bisa pastikan terdampak ke seluruh desa,” ucapnya.

Selain itu, Pemkab Kukar juga bertekad akan terus menggenjot program pertanian dalam artian luas, yang meliputi persawahan, perkebunan, peternakan dan perikanan.

“Untuk pertanian dalam artian luas ini berkaitan dengan ketahanan pangan, terlebih Kukar merupakan wilayah lumbung pangan bagi Provinsi Kalimantan Timur, dan sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN),” jelasnya.

Dan terakhir Rendi menegaskan, Program Kukar Idaman akan tetap terus berlanjut pada tahun ini, walaupun sebagian program sudah memenuhi target.

“Khusus di Desa Pela memang banyak bantuan yang diperuntukkan bagi sektor iwisata. Namun, selain desa wisata, harusnya ada bantuan perikanan juga, maka segera usulkan proposal ke pemerintah, akan kami tunggu,” tutupnya. (adv/rl/diskominfokukar)