Kukar Jadi Kiblat Pengembangan Ekonomi Kreatif 2024
Teks Photo : Sesi foto bersama Kadis Dispar Kukar dengan Peserta Rakernis Dari 10 Kabupaten Kota. (Rizka/Media Mahakam)
mediamahakam.com, Kutai Kartanegara – Dalam kegiatan Rapat Kerja Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf) 2024 yang dilangsungkan di kawasan wisata Langit Timur, Desa Loa Ulung, Tenggarong Seberang pada, Sabtu (24/2/2024) lalu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) disebut akan menjadi kiblat dalam kegiatan Pengembangan Ekonomi Kreatif tahun 2024.
Hal tersebut dikarenakan Kukar telah mengantongi pengakuan dari kementrian sebagai salah satu Kabupaten/Kota kreatif yang ada di Indonesia khususnya di Kalimantan Timur selain Kota Balikpapan.
Selain menunjuk Kukar sebagai kiblat Ekraf untuk tahun 2024, dalam kegiatan tersebut Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar bersama dengan 10 perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota juga menandatangani kesepakatan bersama untuk meningkatkan perekonomian melalui Ekraf.
Adapun yang dibahas antara lain terkait rencana kerja di masing-masing daerah serta rencana pemberian bantuan dari Dispar Kukar guna memaksimalkan potensi pariwisata yang ada.
Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Slamet Hadiraharjo mengungkapkan terkait rencana kerja tersebut salah satunya berupa usulan bantuan untuk Kukar Festival Budaya Nusantara yang akan digelar tahun ini.
“Kami mengusulkan bantuan untuk Kukar Festival Budaya Nusantara agar kegiatan yang sudah direncanakan Dispar Kukar tahun ini dapat terlaksana dengan baik, dengan dukungan pemerintah provinsi,” ujarnya.
Selanjutnya, diketahui pula bahwa Kukar telah membentuk Kekraf tingkat kabupaten melalui SK dari Bupati sejak tahun 2019 lalu dan kini telah masuk dalam daftar 34 kabupaten/kota kreatif se-Indonesia.
Selain membentuk Kekraf tingkat kabupaten, Dispar Kukar dalam upayanya mendorong perkembangan Ekraf juga membentuk Kekraf di tingkat kecamatan di Kukar.
Dan untuk mempertahankan keunggulan ini, Dispar Kukar mengatakan akan melakukan peningkatan, dengan melibatkan berbagai pihak seperti Dispora dan Disdikbud dalam kolaborasi untuk mendukung pengembangan subsektor unggulan, seperti film dan fotografi.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri, kita perlu kolaborasi antarsektor untuk mengembangkan potensi pariwisata Kukar,” tutupnya. (rl)






