KSOP Ungkap Penyebab Tongkang Tabrak Jembatan Mahulu: Kesalahan Manuver dan Tambatan Ilegal
Mediamahakam.com, SAMARINDA – Insiden kapal tongkang bermuatan batu bara yang dua kali menabrak Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) diduga kuat disebabkan oleh kesalahan prosedur saat manuver serta keberadaan tambatan kapal yang tidak sesuai aturan.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda, Mursidi, menjelaskan langkah antisipasi yang dilakukan pihaknya pasca dua insiden yang terjadi pada 23 Desember 2024 dan 4 Januari 2026.
Menurut Mursidi, salah satu faktor utama adalah belum tersedianya fender atau pelindung jembatan. Kondisi tersebut membuat KSOP harus menambah jumlah kapal tunda sebagai pengganti fungsi fender saat kapal melintas di bawah jembatan.

“Jadi tetap seperti kemarin, kita akan atur semuanya. Karena fender tidak ada, maka akan diganti dengan kapal tunda. Nanti jumlahnya akan kita sesuaikan,” ujar Mursidi, Senin (5/1/2026).
Selain itu, ia mengakui masih maraknya tambatan liar atau ilegal di perairan Sungai Mahakam, khususnya di sekitar jalur menuju kolong jembatan. Kondisi ini dinilai berpotensi besar menyebabkan kapal tongkang hanyut atau larut dan akhirnya menabrak struktur jembatan.
“Masih ada kapal-kapal yang larut karena bertambat di lokasi yang dilarang atau terlalu dekat dengan jembatan,” jelasnya.
Mursidi menegaskan, kejadian tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepatuhan seluruh pihak terhadap Sistem Prosedur (Sispro) serta aturan keselamatan pelayaran yang telah ditetapkan KSOP. Ia menekankan bahwa kapal tongkang wajib bertambat minimal di luar radius 1.200 meter dari jembatan.
Untuk menertibkan kondisi tersebut, KSOP akan membentuk posko bersama dengan kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya.
“Kita bersama Kapolda dan unsur penegak hukum akan membentuk posko bersama untuk mengatur dan menertibkan tambatan-tambatan ilegal. Kebanyakan kapal larut memang karena bertambat di tempat yang tidak semestinya,” tegasnya.
KSOP Samarinda juga memastikan akan terus menelusuri penyebab pasti dua insiden di Jembatan Mahulu, sembari melakukan langkah mitigasi guna meningkatkan keselamatan pelayaran.
“Intinya adalah penguatan pengamanan, penambahan kapal tunda, serta pengawasan ketat saat pengolongan jembatan agar kejadian serupa tidak terulang,” tandas Mursidi. (pep)






