Kesederhanaan Paus Fransiskus dalam Perspektif Islam
mediamahakam.com, SAMARINDA- Indonesia kedatangan tokoh agama Internasional yaitu Paus Fransiskus Pemimpin gereja Katolik dunia dan Kepala Negara Vatikan yang memulai lawatannya ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan pesawat komersial Airbus A330-900.
Pesawat yang ditumpangi Paus Fransiskus tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (3/9/2024), pukul 11.26 WIB.

Dalam agendanya Paus Fransiskus akan melakukan serangkaian kegiatan di Jakarta mulai 3-6 September 2024.
Selama berada di Jakarta, Paus Fransiskus akan menggunakan kendaraan Kijang Innova Zenix dan beristirahat di Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta.
Kunjungan tokoh agama internasional Paus Fransiskus ini tak luput menjadi sorotan pendiri Gerakan Dakwah Remaja & Pemuda Masjid, Abdul Ghafur.
“Ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari Paus Fransiskus dalam kunjungannya ke Indonesia yaitu sikap sederhana dalam menggunakan fasilitas seperti pesawat komersial bukan jet pribadi, mobil kijang Innova zenix bukan mobil mewah seperti Alphard. Padahal kendaraan mewah sudah menjadi tren tersendiri di Negeri ini yang biasa digunakan oleh para elit dalam menampilkan kemewahan,” ungkapnya
Sikap sederhana yang ditampilkan oleh Paus Fransiskus tentunya menjadi pembelajaran bagi kita semua khususnya para pejabat Negara yang mengemban amanah kepercayaan dari rakyat untuk tidak bermegah-megahan atau bermewah-mewahan meskipun kesempatan dan peluang itu ada karena di Negara kita masih banyak yang hidup dalam kesusahan.
Dijelaskan Ghafur, Sebagaimana yang dicontohkan oleh baginda agung suri tauladan Nabi Muhammad S.A.W. dalam bersikap tawadhu dan penuh dengan kesederhanaan. Sebagaimana keterangan dalam buku Akhlak Rasul Menurut Bukhari Muslim (Abdul Mun’im al-Hasyimi, 2009).
Diceritakan bahwa suatu hari Rasulullah dan para sahabatnya akan memasak kambing. Rasulullah lantas membagi tugas untuk para sahabatnya. Ada yang bertugas menyembelih kambing, mengulitinya, menyiapkan tungku, menyiapkan air, dan memasaknya. Para sahabat merasa tenang karena semua kebagian tugas namun suasana langsung riuh manakala Rasulullah mengatakan kalau dirinya yang akan mencari dan mengumpulkan kayu bakar. Para sahabat meminta Rasulullah agar berdiam diri dan menunggu saja tidak perlu ikut bekerja apalagi mencari kayu bakar. Tugas itu biar dikerjakan sahabat saja.
“Saya tahu kalian bisa menyelesaikan pekerjaan ini, tapi saya tidak suka diistimewakan,” jawab Rasulullah dengan tegas. Rasulullah lantas mengungkapkan bahwa Allah tidak suka melihat seorang hambanya diistimewakan dari teman-teman yang lainnya.
“Kedudukan dan status Rasulullah yang begitu agung dan mulia tidak lantas menjadikannya jumawa haus akan penghormatan dan minta diistimewakan. Beliau seolah memberikan teladan bahwa seorang pemimpin tidak cukup dengan hanya memberikan instruksi apa yang harus dikerjakan bawahan lalu kemudian berdiam diri berpangku tangan,” jelas Ghafur.
“Sebagai seorang pemimpin agama bisa saja Rasulullah memilih untuk bertugas bagian memotong akan tetapi justru memilih untuk mencari dan mengumpulkan kayu bakar,” sambungnya.
Kesederhanaan Rasulullah menghiasi kepribadiannya dalam kehidupan sehari-hari sampai-sampai orang yang baru pertama kali bertemu sulit membedakan yang manakah sosok Rasulullah saat berada ditengah-tengah para sahabatnya karena tidak ada sesuatu yang istimewa karena penampilannya begitu sederhana.
Untuk diketahui agenda Paus Fransiskus di Indonesia adalah,
Pada 4 September 2024 (hari ini) , Paus Fransiskus akan melakukan kunjungan ke Istana Negara bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilanjutkan dengan kunjungan di Kedubes Vatikan, lalu Paus Fransiskus juga akan mengunjungi Gereja Katedral.
Kemudian, pada 5 September 2024, Paus Fransiskus akan memimpin misa akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Hal itu disampaikan jubir Panitia Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia, Romo Thomas Ulun Ismoyo, di Gereja Katedral.
“Ini adalah kali ketiga Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik sedunia sekaligus kepala negara Vatikan mengunjungi Indonesia. Paus yang pernah melakukan kunjungan ke Indonesia adalah Paus Paulus VI pada tahun 1970, dan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989. Setelah 35 tahun Indonesia mendapatkan kunjungan kembali,” jelasnya dalam konferensi pers.






