Kenapa Hujan Bikin Suasana Hati Berubah Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya
Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Ada orang yang langsung merasa tenang saat rintik hujan turun. Sebagian lainnya justru mendadak murung, malas bergerak, atau merasa hari menjadi lebih berat. Hujan selama ini sering dianggap hanya mengubah cuaca, padahal sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perubahan langit di atas kepala juga dapat memengaruhi suasana hati manusia.
Fenomena ini bukan sekadar sugesti. Penelitian berjudul Come Rain or Come Shine: Individual Differences in How Weather Affects Mood yang diterbitkan dalam jurnal Emotion menemukan bahwa cuaca memang berkaitan dengan perubahan suasana hati, meski efeknya berbeda pada tiap individu. Penelitian tersebut dilakukan dengan menghubungkan kondisi cuaca dengan catatan suasana hati harian para partisipan.
Para peneliti menemukan setidaknya beberapa kelompok respons. Ada orang yang suasana hatinya membaik saat cuaca cerah, ada yang hampir tidak terpengaruh cuaca, dan ada pula kelompok yang menunjukkan penurunan suasana hati ketika hujan datang. Menariknya, respons itu bahkan terlihat memiliki pola dalam keluarga.
Salah satu alasan yang paling banyak dibahas ilmuwan adalah berkurangnya paparan cahaya matahari. Tubuh manusia menggunakan cahaya sebagai penanda biologis untuk mengatur jam internal atau ritme sirkadian. Saat hujan berlangsung terus-menerus dan langit menjadi lebih gelap, tubuh dapat menerima sinyal berbeda yang memengaruhi pola tidur, rasa segar, hingga emosi.
Cahaya juga berkaitan dengan zat kimia di otak seperti serotonin dan dopamin yang sering dikaitkan dengan rasa nyaman dan suasana hati yang lebih positif. Ketika paparan cahaya berkurang, sebagian orang dapat merasa lebih lesu, mengantuk, atau kehilangan semangat.
Namun hujan ternyata tidak selalu membawa efek negatif. Bagi sebagian orang, suara hujan justru memberikan sensasi menenangkan. Ritme suara yang konsisten dapat bekerja seperti white noise, menutupi suara-suara lain yang mengganggu dan membantu otak merasa lebih rileks. Penelitian lain juga menemukan suara hujan tertentu dapat membantu fokus dalam aktivitas kognitif.
Ada pula aroma khas setelah hujan yang sering disebut petrichor. Aroma tanah yang muncul setelah hujan turun ini kerap dikaitkan dengan rasa nyaman dan tenang. Sensasi tersebut dapat memicu pengalaman emosional tertentu, termasuk nostalgia atau perasaan damai.
Karena itu, tidak semua orang akan merasakan hujan dengan cara yang sama. Ada yang melihat hujan sebagai undangan untuk memperlambat langkah, menikmati secangkir minuman hangat, atau mendengarkan musik. Ada juga yang merasa energi mereka ikut meredup bersama langit yang menggelap.
Mungkin itu sebabnya hujan jarang terasa hanya sebagai peristiwa cuaca. Di antara suara tetes air dan langit yang berubah warna, tubuh diam-diam ikut membaca suasana dengan caranya sendiri. (Zii)






