Kasus MBG Basi Capai 5 Ribu Korban, Pemkab Kukar Siaga Tindaklanjuti Laporan
teks : MBG di Kabupaten Kutai Kartanegara
Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat kembali menjadi sorotan setelah ribuan kasus keracunan terjadi akibat makanan basi di sejumlah daerah di Indonesia.
Data Badan Gizi Nasional, Kementerian Kesehatan, serta BPOM mencatat jumlah korban sudah menembus angka 5 ribu orang. Kasus ini bahkan mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan agar penyedia program benar-benar diawasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan siap bergerak cepat jika ada laporan terkait MBG basi di wilayahnya. Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam.
“Kalau memang itu terjadi dan ada laporan, khususnya di Kukar, kita akan kunjungi dan evaluasi. Presiden Prabowo Subianto juga sudah menyoroti kasus ini agar tidak terulang lagi. Jadi Pemkab Kukar akan beri perhatian khusus, termasuk mengevaluasi jika ada penyedia yang tidak memenuhi standar,” tegasnya, Selasa (30/9/2025).
Rendi menjelaskan, penanganan masalah MBG basi harus dilakukan bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan stakeholder terkait.
“Pasti kita kerja dengan semua OPD terkait. Kalau ada tinjauan, teman-teman media juga akan kami undang. Tapi saat ini kita masih menunggu laporan resmi dari OPD,” jelasnya.
Selain melakukan pengecekan ke sekolah penerima program, Pemkab Kukar juga berencana menelusuri langsung pihak penyedia MBG.
“Seharusnya itu yang paling penting. Jadi kalau ada laporan sekolah mana yang kejadian, kita tinjau dulu sekolahnya, lalu lanjut ke lapangan sampai ke penyedianya,” ujarnya.
Dengan meningkatnya kasus secara nasional, Kukar menaruh perhatian khusus agar program makan bergizi gratis benar-benar bermanfaat tanpa menimbulkan risiko bagi siswa.
“Kalau ada laporan sekolah mana yang kejadian, kita akan tindak lanjuti sampai ke penyedia, karena itu yang harus jadi fokus utama,” pungkasnya.
(Zii)






