Hangatnya Bukber Kesahmati Samarinda,Persaudaraan Yang Tetap Solid Sejak 16 Tahun Silam

Mediamahakam.com, Samarinda – Rintik kebersamaan terasa hangat di sebuah sudut kafe di Kota Samarinda pada Jumat (13/3/2026). Menjelang waktu berbuka, puluhan orang berkumpul dalam satu meja panjang, bukan sekadar untuk menikmati hidangan Ramadan, tetapi untuk merawat persaudaraan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Mereka adalah anggota Kesahmati, sebuah komunitas yang lahir dari pertemanan masa kecil dan kini telah berusia 16 tahun.
Di tengah obrolan santai, tawa sesekali pecah. Ada yang berbagi cerita pekerjaan, keluarga, hingga kenangan masa lalu saat mereka masih bermain bersama di usia belia.
Ramadan bagi mereka bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali mempererat ikatan yang mungkin sempat renggang oleh kesibukan masing-masing.
Salah satu anggota Kesahmati, Donny SN, mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini menjadi tradisi yang selalu dijaga setiap tahunnya.
“Momentum Ramadan ini menjadi cara kami menjaga kebersamaan dan mempererat persaudaraan,” ujarnya.
Menurutnya, Kesahmati bukan sekadar komunitas biasa. Perkumpulan ini menjadi wadah bagi anggotanya yang kini datang dari berbagai latar belakang profesi untuk tetap terhubung dalam satu ikatan kekeluargaan.
Tak hanya sekadar berkumpul, komunitas ini juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial di tengah masyarakat.
“Dengan landasan kekeluargaan yang kuat, itu yang membuat Kesahmati tetap bertahan sampai sekarang,” katanya.
Hal serupa disampaikan Budi DP. Ia menilai momen seperti buka puasa bersama menjadi cara sederhana namun bermakna untuk menjaga hubungan antarsesama anggota.


“Kesahmati punya nilai persaudaraan yang kuat. Bukber seperti ini menjadi cara untuk terus merawat simpul kebersamaan,” ujarnya.
Budi menjelaskan, Kesahmati awalnya hanyalah perkumpulan teman bermain sejak kecil. Namun pada 2010, mereka sepakat memberi nama Kesahmati sebagai identitas persaudaraan yang mereka bangun.
Kini, setelah 16 tahun berjalan, harapan mereka tetap sama: menjaga ikatan itu agar tetap hidup.
“Semoga saudara-saudara di Kesahmati bisa terus bermanfaat bagi masyarakat, berkembang di profesi masing-masing, dan perkumpulan ini tetap menjadi tempat kita bersilaturahmi sampai akhir hayat,” pungkasnya. (pep)