Gapoktan Bukit Biru Jadi Percontohan Demplot Pertanian Modern di Kukar
Lahan pertanian di Bukit Biru.
Kukar – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bukit Biru resmi ditetapkan sebagai daerah percontohan pengembangan demonstration plot (demplot) sektor pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Penetapan ini menjadi momentum penting bagi petani setempat untuk mengembangkan sistem pertanian modern berbasis teknologi.
Ketua Gapoktan Bukit Biru, Warman, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, program ini memberikan manfaat nyata, terutama dengan penerapan teknologi drone dalam metode bio-invigorasi yang terbukti meningkatkan kapasitas produksi.
“Dengan metode penggunaan drone melalui bio-invigorasi, tentu sangat bermanfaat bagi petani. Selain meningkatkan hasil panen, juga memudahkan pekerjaan kami sehari-hari,” ujar Warman, pada Minggu (28/9/2025).
Gapoktan Bukit Biru saat ini menaungi 19 kelompok tani dengan total lahan seluas 307 hektare. Lahan tersebut dikelola untuk berbagai sektor, mulai dari pertanian sayur, persawahan, tambak, perkebunan, hingga peternakan. Dukungan pemerintah berupa sarana pertanian modern, seperti hand tractor dan mesin panen, semakin mendorong efisiensi usaha tani.
Sebelum adanya bantuan dan teknologi, hasil pertanian di Bukit Biru masih terbatas. Namun sejak program demplot berjalan dengan dukungan Bank Indonesia (BI), termasuk penerapan teknologi drone, pendapatan petani meningkat signifikan.
“Selama adanya demplot dan sarana bantuan dari BI, penghasilan petani jauh meningkat. Kami berharap program ini bisa terus dikembangkan dan diperluas ke wilayah lain di Kukar,” tambah Warman.
Dengan adanya program percontohan ini, Gapoktan Bukit Biru diharapkan menjadi model pertanian modern yang dapat ditiru kelompok tani lain di Kukar. Langkah ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Kukar dalam mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.






