Bukit Biru Tenggarong Menyapa Lewat Kabut dan Jalur Menantang
Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Di balik hamparan hijau perbukitan di Tenggarong, ada satu tempat yang perlahan menjadi ruang pelarian bagi banyak orang dari hiruk pikuk perkotaan. Wisata Alam Bukit Biru hadir bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga pengalaman tentang bagaimana alam memberi jeda bagi siapa saja yang datang.
Berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Tenggarong, kawasan ini berada di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, berbatasan langsung dengan Kelurahan Bukit Biru. Dengan ketinggian mencapai sekitar 600 meter di atas permukaan laut, Bukit Biru dikenal lewat panorama “negeri di atas awan”, terutama ketika kabut pagi mulai menggantung di sela perbukitan.
Perjalanan menuju puncak memang tidak sepenuhnya mudah. Pengunjung harus melewati jalur trekking yang cukup menanjak dan berliku. Namun justru di situlah letak pengalaman yang dicari banyak orang. Suasana sunyi, udara dingin, dan hamparan pepohonan membuat perjalanan terasa lebih hidup dibanding sekadar wisata biasa.
Lia, salah satu pengunjung asal Samarinda, mengaku rela berangkat dini hari demi menikmati suasana Bukit Biru untuk pertama kalinya. Ia bersama rombongannya memulai perjalanan sejak pukul 03.00 pagi.
“Kita dari Samarinda dari sini mulainya pukul 03.00, mayoritas dari kami ini pekerja dan ini merupakan pertama kalinya ke sini,” ujarnya.
Menurut Lia, jalur menuju puncak menjadi salah satu hal paling berkesan selama perjalanan. Trek yang cukup menantang justru membuat pengalaman mendaki terasa lebih menyenangkan, terutama bagi pendatang baru yang ingin mencoba wisata alam.
“Kesannya ini seru karena ini merupakan menantang dari segi track-nya,” katanya.
Tak hanya menawarkan panorama matahari terbit dan terbenam, Bukit Biru juga mulai dikenal sebagai lokasi camping hingga fotografi alam. Pengunjung biasanya datang pagi hari untuk mengejar lautan kabut atau sore menjelang senja untuk menikmati warna langit di ufuk barat.

Meski dikelola secara mandiri oleh kelompok sadar wisata dan warga setempat, kawasan ini terus mengalami pembenahan. Sejumlah fasilitas sederhana seperti tempat istirahat hingga area berkumpul mulai tersedia untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
Lia menilai kondisi kawasan wisata tersebut cukup nyaman untuk didatangi, terutama bagi pendaki pemula yang baru ingin mencoba suasana naik ke puncak.
“Ini cocok untuk orang yang pertama kali ingin merasakan naik puncak. Selain itu juga Puncak Bukit Biru terbilang bersih meskipun ada sedikit sampah dan juga fasilitas umumnya memadai bagi para pengunjung yang ingin beristirahat dalam menuju puncak,” tutupnya. (Zii)






