Berikan Sertifikasi Hingga Pengadaan Fasilitas, Dispar Kukar Dorong Pemberdayaan Pokdarwis di Tiap Daerah

Teks Foto : Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta. (ist)

mediamahakam.com, Kutai Kartanegara – Perkembangan industri pariwisata yang cukup pesat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggenjot semangat masyarakat, terutama masyarakat yang di wilayahnya terdapat tempat wisata, untuk membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Inisiasi ini datang langsung dari para warga setempat guna mengoptimalkan potensi-potensi pariwisata yang ada di wilayah mereka masing-masing.

Seperti yang terjadi di Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun yabg berhasil membentuk Pokdarwis dan sukses membawa nama Kukar ke kancah nasional, bahkan mendapat Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) sebagai 50 desa wisata terbaik pada tahun 2022 silam dan berkesempatan mendapatkan kunjungan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Uno.

Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar sendiri mencatat ada sekitar 50 Pokdarwis yang terbentuk sejak tahun 2019 silam dan semuanya atas inisiasi langsung dari masyarakat setempat. Dan diungkapkan Kabid Pengembangan Pariwisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta, bahwa pemerintah juga terus mendorong kesadaran warga terhadap potensi wisata mereka, sehingga dapat turut serta dalam memajukan pariwisata di Kukar.

“Pokdarwis itu sifatnya sukarela, terus swadaya, dan ini menjadi kebanggaan kita juga. Kita di pemerintah ini hadir untuk memfasilitasi mereka,” ungkap Ridha, Kamis (14/3/2024).

Meskipun pemerintah memiliki peran sebagai fasilitator, Ridha memastikan bahwa terbentuknya Pokdarwis di setiap daerah tetap bersifat sukarela serta tertanam langsung pada warga setempat. Hal ini agar Pokdarwis tidak menjadikan pemerintah sebagai tempat untuk mencari bantuan-bantuan semata.

Akan tetapi, jika ternyata memang mereka memerlukan penunjang untuk meningkatkan potensi wisatanya, maka Dispar Kukar akan melakukan evaluasi dan menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan.

Dengan catatan, bantuan yang diberikan akan dilakukan secara bertahap dan tidak serta merta memberikan peralatan maupun penambahan fasilitas. Selain itu juga akan diadakan program bantuan berupa peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) seperti pemberian sertifikasi untuk para pemandu wisata serta sertifikasi diving bagi Pokdarwis di kawasan pesisir yang rencananya akan dilaksanakan tahun ini.

“Tahun 2022 lalu sudah pernah dilakukan sertifikasi diving, namun baru di tingkat dasar. Pada tahun ini akan diprogramkan untuk tingkat lanjutan. Paling tidak mereka nanti yang sudah punya sertifikat, sudah terlatih dan tentunya memiliki legalitas. Sehingga ketika ada pengunjung yang mau menikmati Diving, mereka sudah bisa memandu wisatawan tersebut,” tegas Ridha.

Setelah pemberian sertifikasi, Ridha juga menyebutkan bahwa Dispar kukar akan memberikan sejumlah bantuan berupa fasilitas yang akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah sekaligus keperluan Pokdarwis di masing-masing daerah. Seperti pengadaan fasilitas penunjang wisata diving untuk Pokdarwis di wilayah pesisir contohnya.

Dan untuk kedepannya, Dispar Kukar akan mendorong Pokdarwis yang sudah mandiri agar dapat berada di bawah naungan pemerintahan desa.

“Kami ingin dengan potensi yang sudah kita bantu itu, tempat wisata yang dikelola para Pokdarwis ini dapat berjalan dengan lancar, bisa mendapatkan pemasukan, bisa membuat paket wisata, sehibgga nantinya bisa dirangkul pemerintah desa dan bisa jadi unit usaha,” tutupnya. (adv/rl/diskominfokukar)