Hikmah Puasa Hari Ke-23 Menjaga Keseimbangan Hormon Lapar dan Kenyang
Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Memasuki hari ke-23 Ramadan, puasa tidak hanya dimaknai sebagai ibadah menahan lapar dan haus. Di balik praktik tersebut, terdapat manfaat kesehatan yang berkaitan dengan keseimbangan hormon dalam tubuh, terutama hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.
Edukasi kesehatan yang dibagikan oleh RSUD Arjawinangun Cirebon menyebutkan bahwa puasa dapat membantu menata ulang sistem endokrin tubuh. Salah satu manfaatnya adalah membantu menyeimbangkan hormon ghrelin dan leptin yang berperan dalam pengendalian nafsu makan.
Ghrelin dikenal sebagai hormon yang memicu rasa lapar. Pada orang dengan pola makan tidak teratur, hormon ini bisa diproduksi secara berlebihan pada waktu yang tidak semestinya. Melalui puasa, tubuh dilatih menyesuaikan kembali ritme produksi hormon tersebut sehingga rasa lapar lebih terkendali.
Sebaliknya, hormon leptin berfungsi memberi sinyal kenyang kepada otak. Ketika seseorang memiliki kebiasaan makan tidak teratur, bisa terjadi kondisi yang disebut resistensi leptin. Dalam keadaan ini, otak kurang peka terhadap sinyal kenyang sehingga seseorang cenderung makan lebih banyak dari yang dibutuhkan.
Puasa dinilai dapat membantu memulihkan sensitivitas tubuh terhadap hormon leptin. Dengan begitu, otak kembali mampu menerima sinyal kenyang secara normal dan membantu seseorang mengontrol porsi makan.
Dengan keseimbangan hormon tersebut, puasa juga berkontribusi dalam meningkatkan kontrol diri terhadap pola makan. Hal ini penting untuk menjaga berat badan tetap ideal, bahkan setelah Ramadan berakhir.
Selain mengatur hormon, masyarakat juga dianjurkan menjaga pola makan seimbang saat sahur dan berbuka. Konsep “Isi Piringku” dapat diterapkan dengan membagi porsi makanan menjadi karbohidrat, sayur, serta sumber protein hewani dan nabati.
Sebagai contoh, menu sahur dapat berupa nasi, sayur bening jagung, serta lauk seperti ayam yang dimasak menggunakan air fryer atau dengan sedikit minyak. Sementara untuk berbuka puasa, dianjurkan memulai dengan takjil seperti tiga butir kurma dan buah semangka sebelum melanjutkan ke menu utama.
Agar tubuh tidak mudah lemas selama berpuasa, kebutuhan cairan juga perlu diperhatikan. Pola minum 2-4-2 dapat diterapkan, yakni dua gelas saat berbuka, empat gelas pada malam hari secara bertahap, dan dua gelas saat sahur. Cara ini membantu mencegah dehidrasi selama menjalani ibadah puasa.
Melalui pengaturan pola makan, asupan cairan, dan keseimbangan hormon dalam tubuh, puasa tidak hanya menjadi latihan spiritual, tetapi juga membawa hikmah kesehatan bagi tubuh. (Zii)






