Jangan Anggap Sepele Haus Saat Puasa, Ini Cara Mencegah Dehidrasi di Bulan Ramadan
Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Ramadan identik dengan menahan lapar dan dahaga sejak fajar hingga matahari terbenam. Bagi banyak orang, rasa haus yang muncul di siang hari sering dianggap hal biasa selama menjalankan ibadah puasa. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal tubuh mengalami dehidrasi jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi dengan baik.
Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam. Kondisi ini membuat tubuh tetap melakukan aktivitas metabolisme, sementara cairan terus keluar melalui keringat, urin, dan pernapasan. Jika tidak diimbangi dengan konsumsi cairan yang cukup saat sahur dan berbuka, risiko dehidrasi dapat meningkat.
Dehidrasi sendiri dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Gejala yang sering muncul antara lain pusing, lemas, sulit berkonsentrasi, hingga penurunan energi saat beraktivitas. Dalam beberapa kasus, kekurangan cairan juga dapat memengaruhi fungsi tubuh secara keseluruhan, termasuk metabolisme dan keseimbangan elektrolit.
Karena itu, menjaga hidrasi selama Ramadan menjadi hal penting agar ibadah puasa tetap berjalan lancar tanpa mengganggu kesehatan. Salah satu cara yang dianjurkan adalah memastikan kebutuhan cairan harian terpenuhi, yaitu sekitar delapan gelas air per hari atau setara dengan dua liter untuk orang dewasa.
Untuk memudahkan pemenuhan cairan, banyak ahli kesehatan merekomendasikan pola minum 2-4-2 selama Ramadan. Pola ini dilakukan dengan meminum dua gelas air saat berbuka, empat gelas air di malam hari hingga sebelum tidur, dan dua gelas lagi saat sahur. Cara ini membantu tubuh mengganti cairan yang hilang sepanjang hari secara bertahap.
Selain minum air putih, konsumsi makanan yang mengandung banyak air juga dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Buah-buahan seperti semangka, melon, jeruk, dan mentimun dikenal memiliki kandungan air tinggi yang dapat membantu tubuh tetap terhidrasi selama berpuasa.
Di sisi lain, masyarakat juga dianjurkan untuk menghindari makanan yang terlalu asin, berminyak, atau tinggi gula saat sahur maupun berbuka. Jenis makanan tersebut dapat mempercepat rasa haus dan meningkatkan risiko kekurangan cairan di siang hari.
Menjaga pola minum yang tepat, memilih makanan yang seimbang, serta mengatur aktivitas fisik menjadi kunci agar tubuh tetap bugar selama Ramadan. Dengan memperhatikan kebutuhan cairan sejak sahur hingga malam hari, umat Muslim dapat menjalankan puasa dengan lebih sehat, nyaman, dan tetap produktif sepanjang hari. (Zii)






