Bukan Cuma Ikut Sunnah, Ini Alasan Ilmiah Kurma Selalu Jadi Andalan Saat Ramadan

Teks : Ilustrasi manfaat kurma

Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Begitu azan magrib berkumandang, satu hal yang hampir selalu ada di meja berbuka adalah kurma. Buah kecil berwarna cokelat ini seperti sudah punya “jatah tetap” setiap Ramadan. Manisnya pas, teksturnya lembut, dan katanya cepat mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan haus.

Di situlah banyak orang berhenti berpikir, kurma itu manis dan mengenyangkan. Selesai. Padahal, cerita tentang kurma tidak sesederhana itu.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal kedokteran milik Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia menguji lima varietas kurma yang umum dikonsumsi masyarakat Ajwa, Sukari, Medjool, Khalas, dan Golden Valley. Hasilnya, kelima jenis tersebut sama-sama mengandung β-karoten, senyawa antioksidan dari golongan karotenoid yang berperan menangkal radikal bebas.

Artinya, saat kita berbuka dengan kurma, tubuh bukan hanya mendapat asupan gula alami untuk menaikkan energi, tetapi juga zat yang membantu melindungi sel dari kerusakan.

Selama Ramadan, pola hidup berubah. Jam makan bergeser, waktu tidur sering kali berkurang, dan metabolisme tubuh menyesuaikan diri. Dalam kondisi seperti ini, tubuh bisa mengalami peningkatan stres oksidatif situasi ketika radikal bebas lebih dominan dibandingkan antioksidan.

Di sinilah peran β-karoten menjadi relevan. Dalam pengujian laboratorium, beberapa varietas menunjukkan kadar β-karoten yang cukup menonjol. Kurma Golden Valley mencatat kadar tinggi pada jenis ekstrak tertentu, sementara Kurma Khalas menunjukkan angka tertinggi pada ekstraksi non-polar. Secara sederhana, tiap jenis kurma punya “karakter” kandungan yang berbeda.

Buat yang selama ini memilih kurma hanya berdasarkan rasa paling manis atau tekstur paling lembut, ternyata ada nilai lebih yang tersembunyi di balik pilihan itu.

Menariknya lagi, konsumsi kurma dalam jumlah wajar sekitar beberapa butir saat berbuka juga pernah dikaitkan dalam penelitian lain dengan manfaat metabolik tertentu. Meski tentu bukan obat ajaib, kurma bisa menjadi bagian dari pola makan yang lebih bijak selama Ramadan.

Jadi, saat Ramadan ini kamu mengambil kurma pertama sebelum meneguk air putih, mungkin ada alasan lebih dari sekadar tradisi. Ada energi cepat, ada antioksidan, dan ada kerja biologis yang berlangsung diam-diam di dalam tubuh.

Kecil, manis, sederhana tapi ternyata tidak sesederhana kelihatannya. (Zii)