Libur Nataru 2026 Dongkrak Kunjungan Wisata di Kukar

Teks : Salah satu tempat ikonik patung naga di Pulau Kumala Tenggarong.

Mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Lonjakan kunjungan wisata terjadi di sejumlah objek wisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) selama libur Natal dan Tahun Baru 2026. Pulau Kumala dan Pantai Tanah Merah Samboja menjadi destinasi yang paling ramai dikunjungi masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, mengatakan peningkatan pengunjung terlihat cukup signifikan meski data resmi masih dalam proses rekapitulasi. “Untuk sementara yang kami dapatkan, kunjungan di Pulau Kumala itu lumayan meningkat,” ujarnya.

Pantai Tanah Merah Samboja juga kembali mencatat kenaikan jumlah pengunjung dan menjadi langganan wisatawan lokal setiap musim liburan. “Pantai Tanah Merah itu memang langganan setiap libur. Baik libur Natal, libur sekolah, maupun libur panjang lainnya, selalu meningkat,” jelas Arianto.

Dispar Kukar belum dapat menyampaikan persentase peningkatan kunjungan secara detail. Menurut Arianto, perhitungan resmi baru akan dilakukan setelah seluruh rangkaian libur akhir tahun selesai. “Nanti setelah libur selesai, baru kita hitung berapa persen peningkatannya,” katanya.

Sebagai pembanding, pada libur akhir tahun sebelumnya sektor pariwisata Kukar mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) hampir Rp150 juta dari retribusi sejumlah objek wisata. Retribusi tersebut berasal dari Pantai Tanah Merah, Pulau Kumala, Waduk Panji, dan Planetarium.

Sementara itu, operasional Planetarium Kukar belum berjalan optimal dalam beberapa hari terakhir akibat gangguan teknis pada peralatan utama. Arianto menyebut perbaikan tengah diupayakan agar layanan dapat kembali dimanfaatkan pengunjung. “Beberapa hari terakhir setelah difungsikan ada kendala teknis, peralatan kami mengalami error. Mudah-mudahan bisa segera diperbaiki supaya sisa libur Natal dan Tahun Baru masih bisa dinikmati masyarakat,” ucapnya.

Dalam hal pengelolaan kawasan wisata, Dispar Kukar masih menangani langsung sistem parkir tanpa melibatkan pihak ketiga. Penataan ulang sistem parkir direncanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan pendapatan daerah. “Sementara ini belum ada kerja sama dengan pihak ketiga, masih kita kelola sendiri,” katanya.

Ke depan, pemerintah daerah menargetkan pengelolaan parkir yang lebih modern dan akuntabel guna mendukung peningkatan pendapatan sektor pariwisata. “Kita ingin pendapatan lebih transparan dan mudah-mudahan bisa meningkat,” tandas Arianto. (Zii)