TBM Kukar Didorong Jadi Ruang Inklusif Penggerak Literasi dan Pemberdayaan

Teks : Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, saat menerima kunjungan Forum TBM Kukar di Pendopo Odah Etam, Senin (13/9/2025) lalu.

 

Mediamakaham.com, KUTAI KARTANEGARA – Budaya literasi di Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan geliatnya. Tak lagi hanya berpusat di sekolah atau perpustakaan, semangat membaca kini tumbuh di ruang-ruang kecil bernama Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Dari tempat sederhana itu, gagasan tentang pendidikan, kreativitas, hingga pemberdayaan sosial bermula.

 

Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar, Rinda Desianti, menuturkan, TBM di Kukar tumbuh karena kesadaran masyarakat sendiri terhadap pentingnya literasi.

 

“Semua TBM ini lahir dari inisiatif masyarakat yang peduli terhadap literasi. Indeks literasi kita masih tergolong rendah, jadi peran TBM sangat penting untuk membantu meningkatkannya,” ujarnya, pada Rabu (15/10/2025).

 

Ia menambahkan, peran TBM kini semakin meluas. Bukan hanya sekadar tempat membaca, taman baca telah menjadi pusat kegiatan masyarakat yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

 

“Bukan hanya soal membaca buku, tapi TBM juga membuka ruang kreatif bagi masyarakat. Ada yang mulai usaha, ada juga yang menyalurkan bakat seni dari kegiatan di TBM,” tuturnya.

 

Keberadaan TBM, kata Rinda, telah menjelma menjadi simpul sosial yang menghubungkan banyak lapisan masyarakat dari pelajar, ibu rumah tangga, hingga pelaku UMKM. Melalui aktivitas di taman baca, muncul berbagai inisiatif yang memperkuat ekonomi lokal sekaligus memperkaya kehidupan budaya di sekitar.

Untuk memperkuat peran tersebut, pemerintah daerah mendorong sinergi antar pengelola TBM melalui pelatihan dan bimbingan teknis yang difasilitasi oleh Diarpus Kukar.

 

“Mereka berharap ada forum atau kegiatan rutin antar TBM. Karena kontribusi taman baca sebenarnya besar sekali, dan semangat mereka sudah mengarah ke inklusi sosial, hingga bagaimana masyarakat ikut terlibat aktif,” jelasnya.

 

Rinda menilai, dukungan pemerintah terhadap pengelola TBM sangat penting agar keberadaan taman baca tetap berkelanjutan. Ia menyebut, tantangan utama TBM hari ini bukan hanya soal koleksi buku, tetapi juga kemampuan manajemen informasi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

 

“Mengelola perpustakaan itu tidak sederhana. Ada aspek manajemen informasi yang harus dikuasai, apalagi sekarang sudah masuk era digital. Ke depan, perpustakaan digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari,” tegasnya.

 

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri bagi gerakan literasi. Di era media sosial, budaya membaca sering kali bergeser ke konsumsi informasi singkat.

 

“Sekarang orang lebih suka membaca pesan di WhatsApp atau unggahan di media sosial, padahal membaca buku atau e-book jauh lebih membuka wawasan,” ungkapnya.

 

Kendati demikian, Rinda optimistis semangat literasi di Kukar akan terus bertumbuh. Apalagi, perhatian pemerintah terhadap komunitas literasi semakin nyata. Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, disebut terus menunjukkan komitmen dalam mendorong 17 program strategis “Kukar Idaman Terbaik”, salah satunya melalui program stimulus Komunitas Kreatif yang menyentuh bidang literasi.

 

Dukungan tersebut terlihat dalam pertemuan Wakil Bupati dengan Forum TBM Kukar di Pendopo Odah Etam, Senin (13/9/2025). Pertemuan yang dihadiri para pegiat literasi dari berbagai kecamatan, seperti Rumah Literasi Kreatif (Rulika) Samboja dan Taman Baca Sungai Tempurung (TBST) Anggana, menjadi momentum memperkuat jaringan taman baca di seluruh wilayah Kukar. Rinda berharap sinergi antara pemerintah dan para pegiat TBM dapat membentuk ekosistem literasi yang berdaya.

 

“Melalui kolaborasi ini, kita ingin masyarakat bukan hanya gemar membaca, tetapi juga berdaya dan mampu berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya,” tutupnya.

 

(Zii)