Jaga Kebersihan Lingkungan, ini Komitmen Pokdarwis dan Masyarakat Desa Pela Lindungi Habitat Asli Pesut Mahakam
Teks Foto : Pokdarwis Desa Pela saat melakukan kegiatan pembersihan sampah di sungai (Istimewa/Sumber Foto: Pokdarwis Pela)
mediamahakam.com, KUTAI KARTANEGARA – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun memiliki upaya sederhana yang dapat membantu terjaganya ekosistem dan lingkungan sekitar yakni membersihkan sampah di sungai.
Kegiatan ini juga menjadi langkah konservasi lokal untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati termasuk juga hewan endemik seperti Pesut Mahakam yang memang berhabitat asli di sungai Mahakam.
Dengan menjaga kebersihan aliran sungai, mereka membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi Pesut serta spesies lainnya yang hidup di dalam sungai tersebut.
Ketua Pokdarwis Desa Pela, Alimin mengatakan kegiatan pembersihan sampah di aliran sungai ini merupakan kegiatan rutin namun jarang diekspos ke sosial media. Dan alasan kenapa baru kali ini dieksposnya adalah karena, terdapat kasus kematian Pesut yang terjadi di Muara Muntai.
“Tujuan kita ekspos kegiatan ini agar masyarakat yang bermukim di pinggir sungai dapat melihat kegiatan kita dan muncul kesadaran untuk ikut menjaga lingkungan habitat Pesut Mahakam, “ujar Alimin belum lama ini.
Ia juga mengungkapkan bahwa khusus di Desa Pela sendiri dalam beberapa tahun ini tidak terdapat kasus kematian Pesut Mahakam. Hal tersebut karena, Pokdarwis dan seluruh masyarakat setempat berkomitmen untuk menjaga kebersihan lingkungan termasuk sungai yang mana merupakan habitat asli dari mamalia air tawar itu.
“Kita memang menjaga habitatnya dari sampah. Kegiatan membersihkan sungai ini biasanya kita lakukan sekitar seminggu sekali atau dua minggu sekali, ” ucapnya.
Dan walaupun habitat Pesut Mahakam di Desa Pela terbilang baik dan sangat terjaga, Alimin tetap mengajak masyarakat yang ada di Desa Pela untuk terus menjaga lingkungan agar habitat asli dari Pesut Mahakam tetap lestari dan keberadaannya di alam bebas tetap terjaga jumlahnya.
“Kami terus sosialisasikan itu tentang kebersihan sungai kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di aliran sungai, ” tutupnya. (adv/rl/diskominfokukar)






